Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Senin, 11 Desember 2023
1. Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait;
3.Sajak;
o
-- bebas puisi yang tidak terikat
oleh rima dan matra, dan tidak terikat oleh jumlah larik dalam setiap bait,
jumlah suku kata dalam setiap larik;
o
-- berpola puisi yang mencakupi
jenis sajak yang susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti belah
ketupat, jajaran genjang, bulat telur, tanda tanya, tanda seru, ataupun bentuk
lain;
o
-- dramatik sas puisi
yang memiliki persyaratan dramatik yang menekankan tikaian emosional atau
situasi yang tegang;
o -- lama puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal;
o
-- mbeling sajak ringan yang
tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang; sajak main-main;
Struktur Fisik
Puisi (Unsur wujud)
1. Bentuk: Berbentuk baris - bait
2. Diksi:
Pemilihan kata indah & memiliki kekuatan makna
3. Majas:
Bahasa kias untuk mengungkapkan isi hati penyair
Jenis Puisi Baru
•
Balada, yaitu puisi berisi kisah/cerita.
•
Himne, adalah puisi pujaan untuk
menghormati tuhan, seorang pahlawan, atau tanah air.
• Ode, adalah puisi sanjungan untuk orang
yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi bersifat menyanjung terhadap
pribadi tertentu.
•
Epigram, yaitu puisi yang berisi tuntunan
/ajaran hidup.
•
Romansa, adalah puisi yang birisi luapan
cinta kasih.
•
Elegi, adalah puisi yang berisi ratap
tangis/kesedihan.
• Satire, yaitu puisi yang berisi sindiran/kritik.
Ciri-ciri Puisi Baru
•
Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama)
•
Persajakan akhir yang teratur
•
Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun
dengan pola yang lain.
•
Sebagian besar puisi empat seuntai (baris)
Ciri-ciri Puisi Lama
•
Tidak diketahui nama pengarangnya
•
Penyampaian dari mulut ke mulut yang merupakan
sastra lisan.
•
Sangat terikat akan aturan misalnya jumlah baris
di tiap bait.
• Mantra,
yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Contoh: mantra untuk mengobati orang
dari mahluk halus.
Sihir lontar pinang lontar
Terletak diujung bumi
Setan buta jembalang buta
Aku sapa tidak berbunyi
• Pantun,
adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4
baris, dan di tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai
sampiran, sedangkan 2 baris berikutnya sebagai isi.
Contoh: pantun nasihat.
Sungguh elok emas permata
Lagi elok intan baiduri
Sungguh elok budi bahasa
Jika dihias akhlak terpuji
• Seloka, adalah pantun yang berkait atau bertautan.
Contoh:
Sudah bertemu kasih sayang
Duduk terkurung malam dan siang
Hingga setapak tiada renggang
Tulang sendi habis terguncang
• Talibun,
yaitu pantun genap yang setiap barisnya terdiri dari 6, 8 atau 10 baris.
Contoh:
Anak orang di padang tarap
Pergi berjalan ke kebun bunga
Hendak ke pekan hari tiap senja
Di sana sirih kami kerekap
Meskipun daunnya berupa
Namun rasanya berlain juga
DISKUSI
1. Puisi mantra diyakini oleh orang mengandung unsur magis. Adapun mustajab atau tidaknya tergantung kepada keyakinan orangnya. Klo kita orang Islam (maaf) itu lebih baik berdoa, dg kata2 indah puisi jg dibolehkan.
2. Puisi biasa bisa jadi luar biasa lho Bun. Jika merasa belum istimewa tinggal perhatikan sj keindahan bahasa (diksi), ritme dan irama, efisiensi jg diperhatikan ya, karena puisi itu menggunakan kata2 padat makna. Jg jgn lupa perangkat sastra lainnya. Dalam puisi lama tidak dikenal pengarangnya karena biasanya disampaikan dari mulut ke mulut sehingga hanya isi dan pesan puisinya yg sampai. Kiat agar konsisten dalam menulis itu hanya 3 M lho Bun menulis, menulis, menulis hi hi hi itu mantranya.
3. Menentukan kata2 dalam puisi itu adalah dgn mengenali perbedaan makna denotasi (makna sebenarnya) dan makna konotasi (makna kiasan). Sebaiknya harus mengetahui jg kelas kata seperti kata benda, kata sipat, kata kerja, dll. Selain itu sebaiknya tahu jg kata2 bersinonim dan hubungan kata yg tepat.



0 comments:
Post a Comment