MENULIS CERITA FIKSI

Sunday, December 3, 2023

Pertemuan ke-10
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Senin, 6 November 2023



Senin, 6 November 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-10. Tema kelas malam ini yaitu KIAT MENULIS CERITA FIKSI bersama narasumber Sudomo, S.Pt melalui daring via WA Group KBMN pukul 19.00 WIB.

Pemateri kita malam ini adalah seorang yang hebat dalam dunia tulis menulis fiksi. Beliau juara 1 lomba blog PGRI tingkat nasional dan sering menjuarai lomba literasi di NTB. Saat ini beliau sebagai Duta teknologi NTB 2023.

Tahun ini beliau terpilih sebagai Duta Teknologi Kemendikbudristek Provinsi NTB Tahun 2023

Sebelumnya pemateri menginformasikan beberapa buku fiksi karya beliau. Sampai saat ini ada 3 buku cerita fiksi yang sudah terbit lewat jalur penerbit mayor

Sebelum membahas tips, tentu terlebih dahulu kita harus menyamakan persepsi tentang syarat untuk bisa menulis cerita fiksi. 
1. Komitmen dan niat yang kuat;
2. Kemauan dan kemampuan melakukan riset; 
3. Banyak membaca cerita fiksi;
4. Mempelajari KBBI dan PUEBI;
5. Memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi; dan
6. Siap menjaga konsistensi menulis cerita fiksi.

Syarat-syarat tersebut tentunya wajib dimiliki agar bisa menghasilkan cerita fiksi yang menarik. Terkait dasar-dasar menulis cerita fiksi, salah satunya adalah:
1. Mengenal unsur pembangun cerita, yaitu tema, premis, latar/setting, penokohan, alur/plot, dan sudut pandang. 

2. Premis, rasanya unsur pembangun cerita fiksi lainnya sudah familier bagi kita. Premis adalah ringkasan cerita fiksi dalam satu kalimat yang terdiri dari karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan, dan resolusi. Contoh premis novel yang cukup terkenal adalah "Seorang penyihir muda yang berusaha membebaskan dunia dari kegelapan dengan melawan penyihir jahat". Dari premis tersebut, Kita tahu novel apakah itu? Ya benar. Novel Harry Potter!.

Selain itu, di dalam premis juga terdapat unsur pembangun cerita fiksi. Dari contoh prenis tersebut, bisa kita uraikan menjadi tokoh: penyihir muda, tujuan tokoh: membebaskan dunia, tantangan: penyihir jahat, resolusi: dunia aman dari penyihir jahat.

Tips Mudah Menulis Cerita Fiksi
1. Niat menulis dan komitmen menyelesaikannya;
2. Perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain;
3. Menentukan ide dan tema cerita fiksi;
4. Membuat kerangka/outline;
5. Mulai menulis; dan
6. Melakukan swasunting.
Materi selengkapnya bisa Bapak/Ibu akses melalui kanal YouTube beliau di https://youtu.be/dXX9RWxT_u8?feature=shared.

DISKUSI
1. Bagaimana bisa menumbuhkan imajinasi  dalam menulis cerita fiksi agar bisa dapat marwahnya?

Niat menulis adalah modal kuat. Kiatnya, mulailah menulis cerita fiksi, selesaikan tulisan, minta masukan, lakukan perbaikan, publikasikan.

2. Bagaimana cara membuat judul cerita?

Untuk membuat judul pastikan merangkum isi cerita, judul yang dibuat eye catching (unik, mengundang penasaran), judul sebaiknya dibuat setelah tulisan selesai.

3. Hal apa yang pertama dilakukan dalam menulis cerita fiksi? Bagaimana cara menulis fiksi yang baik?

Hal pertama dilakukan dalam menulis cerita fiksi adalah menentukan ide/tema. Cara menulis fiksi yang baik tentu saja mengikuti aturan dasar dalam menulis cerita fiksi dan tentunya menyelesaikan tulisan yang telah dimulai.

4. Bagaimana cara menjaga konsistensi dalam menulis cerita fiksi dari awal hingga selesai? Bagaimana penulis dapat mengembangkan karakter-karakter dalam cerita fiksi mereka? Bagaimana penulis mengatasi penulisan yang terhenti atau perasaan tidak percaya diri dalam menulis cerita fiksi?

a. Niat dan komitmen kuat memulai dan menyelesaikan;
b. Kembangkan karakter melalui adegan dan dialog;
c. Jika terhenti kembalikan pada niat awal menulis, tidak percaya diri bisa diatasi dengan mengikisnya dan menanamkan bahwa semua tulisan bagus. Tulisan yang tidak bagus adalah tulisan yang tidak pernah diselesaikan.

5. Bagaimana cara membuat premis yg menarik, sehingga banyak orang yg penasaran dan akhirnya membaca cerita tersebut?

Premis bisa menarik asal semua unsur terpenuhi dan unik.

6. Bagaimana cara membangun emosi pembaca agar cerita kita itu bisa nagih ketika dibaca berulang-ulang kali dan sebagai penulis yang pemula karena baru membuat cerita fiksi sebuah cerpen baru dua kali dan cerita fabel satu kali, masih banyak mengalami kendala di tengah cerita,kadang kehabisan ide, dan istirahat beberapa hari dan lanjut lagi menulis cerita. Dan bagaimana cara kita menentukan bahasa dalam menulis cerita fiksi tersebut?

Membangun emosi usahakan cerita fiksi menggunakan pendekatan show don't tell misalnya tokoh sedang menangis, jangan ditulis menangis. Namun, gambarkan kondisi menangis itu dalam tulisan. Ide tidak akan terhambat jika outline yang dibuat sudah bagus dan kita mematuhinya. Bahasa dalam cerita fiksi harus sesuai dengan aturan penulisan dan sasaran pembaca kita.

7. Apa masih bisa dikatakan cerita fiksi, jika kita mengambil tema dari pengalaman nyata dan penulisan alur cerita dari khayalan kita?

Betul. Tetap cerita fiksi yang diangkat dari kisah nyata. Itulah enaknya fiksi. Bisa bebas curhat tanpa ada yang tahu bahwa itu adalah sebenarnya kisah nyata.

8. Apa yang mendasari (pertama kali) bagi seorang Sarjana Peternakan untuk terjun menulis dan berhasil sampai saat ini? Menentukan premis sebelum menulis cerita fiksi itu menurut saya bukanlah hal mudah. Ini berarti sudah membangun imajinasi menyeluruh tentang arah keseluruhan cerita fiksi sampai akhir?

Saya sendiri juga heran sebenarnya 😅. Satu hal yang mendasarinya adalah saat mulai belajar menulis, saya bergabung dengan komunitas menulis yang saling menularkan energi positif terus menulis.

Betul, Bu. Makanya premis harus memuat unsur-unsur penting seperti dijelaskan di atas. Selain itu, adanya premis akan membuat kita tetap berada di jalur yang benar saat menulis.

9. Saya pernah baca Novel karya pa Hamka yg fenomenal berjudul "Di bawah lindungan Ka'bah "mungkin salah satu contoh fiksi yang bagus. Bisakah kita merumuskan dulu premis seperti yang disampaikan barusan, dan bagaimana cara kita membuat premis yang baik ? Bagaimana cara menemukan ide untuk cerita fiksi ?

Betul, Pak. Justru itu premis ditentukan terlebih dahulu untuk dikembangkan menjadi cerita utuh.

Menemukan ide bisa dari pengalaman pribadi yang difiksikan, mendengar lagu juga bisa ide cerita, menonton film bisa jadi pilihan, jalan-jalan pun bisa menemukan ide dari sekitar, bahkan melamun pun bisa jadi cara menemukan ide yang mudah.

10. Apa bedanya: Tujuan Tokoh dan Resolusi?

Tujuan tokoh: kondisi ideal yang diinginkan oleh tokoh utama melalui perjuangan. Resolusi: Upaya penyelesaian masalah yang dilakukan tokoh dalam mencapai tujuan.

11. Bagimana cara kita mengembangkan konflik dalam cerita fiksi agar tetap menarik bagi pembaca?

Pengembangan konflik:
a. Relevan dengan karakter utama;
b. Konflik jangan mudah teratasi, meskipun konfliknya ringan;
c. Konflik berlapis;
d. Membangun suasana dalam konflik tergantung konfliknya seperti apa.

Manfaatkan waktu untuk menulis selagi sempat, 
tetapi jika tidak juga sempat maka sempatkanlah untuk menulis.

0 comments:

Post a Comment