KONSEP BUKU NON FIKSI

Monday, December 18, 2023

Pertemuan ke-15
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Jum'at, 17 November 2023


Jum'at, 17 November 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-15. Tema kelas malam ini yaitu KONSEP BUKU NON FIKSI bersama narasumber Musiin, M.Pd melalui daring via WA Group KBMN pukul 19.00 WIB.

Apa itu buku Non Fiksi?
πŸ—ž️πŸ“°πŸ—ž️πŸ“°πŸ—ž️πŸ“°πŸ—ž️ 

πŸ“– Buku nonfiksi merupakan buku yang dibuat berdasarkan fakta dan kenyataan.

πŸ“–Isi dari buku nonfiksi adalah informasi, pengetahuan, atau wawasan. 

πŸ“–Tujuan penulisan buku nonfiksi ialah menyajikan temuan baru atau penyempurnaan dari informasi yang sudah ada.

πŸ“šApakah rumit membuatnya? 
Tidak ada yang rumit jika kita tahu ilmu dan teknisnya. 

Bagaimana caranya, apa saja isinya, dimulai dari apa? 
Tentu saja dimulai dari masuk kelas malam ini. 

Nah, dari pada penasaran mari kita simak langung penyampaian materi dari Narasumber kita yang luar biasa malam ini. Beliau adalah ibu Musiin, M.Pd.  biasa dipanggil Bu Iin. Lahir di kota Tahu Takwa Kediri dan merupakan seorang guru Bahasa Inggris yang mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah  di SMPN 3 Grogol Kediri. Menjadi penulis buku non fiksi telah mengantarkan untuk mengikuti ujian Sertifikat Penulis dan telah berhasil memegang sertifikasi penulis pada tahun 2020.

Ibu Iin adalah alumni kelas menulis Om Jay gelombang 8 yang di awal  mengikuti kelas juga belum memiliki karya. Namun, dengan semangat yang pantang menyerah, saya berhasil mendapat kesempatan sekaligus tantangan menulis yang diberikan Prof. Eko. Kami bersembilan telah berhasil menaklukakan tantangan menulis Prof Eko dan buku kami telah berhasil dipajang di toko buku Gramedia secara online maupun offline. Buku karya saya berjudul Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi.



Bapak ibu perjalanan menulis buku tersebut menjadi  salah satu bagian terindah dalam episode hidup Ibu Iin. Buku tersebut ditulis di awal terjadinya Covid 19. Apa yang mendorong beliau menulis buku nonfiksi? Seperti yang tertulis di biodata, saya telah menjadi guru sejak tahun 1998 dan saya juga aktif bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. Tentu saja banyak pengalaman yang tergores dan itu semua adalah buku yang belum terdokumentasi. Dan Poynter, menulis sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para penulis pemula, judulnya Is There A Book Inside You? Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. Sudahkan “ a book inside you” sudah disampaikan dalam bentuk tulisan?


Bapak Ibu yang hebat, menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Berbagai penelitian bahasa menunjukkan di antara empat keterampilan berbahasa, menulis dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, semudah bergosip. Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.

Pengertian buku nonfiksi menurut KBBI adalah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, pengertian buku non fiksi adalah yang tidak bersifat fiksi, tetapi berdasarkan fakta dan kenyataan. Hal tersebut yang membuat buku non fiksi sering dijadikan sumber informasi oleh para pembaca. Adapun bahasa yang digunakan biasanya bahasa denotatif atau bahasa sebenarnya, jadi pembaca dapat langsung memahami maksud dari isi buku.

Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit). Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses). Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)

Jenis-jenis buku nonfiksi:
1. Ensiklopedia
2. Buku Motivasi
3. Biografi (Kisah Epik Sukarno)
4. Autobigrafi (Alex Ferguson)
5. Kamus
6. Buku Pelajaran
7. Buku Pengembangan Diri
8. Buku panduan
9. Laporan Jurnalisme
10. Makalah akademik

Pola yang Ibu Iin pakai dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster. Proses penulisan buku non fiksi terdiri dari 5  langkah, yakni:
1. Pratulis
Langkah pertama pratulis:
- Menentukan tema
- Menemukan ide
- Merencanakan jenis tulisan
- Mengumpulkan bahan tulisan
- Bertukar pikiran
- Menyusun daftar
- Meriset
- Membuat Mind Mapping
- Menyusun kerangka
- Menulis Draf
- Merevisi Draf
- Menyunting Naskah
- Menerbitkan

Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll. Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya:
a. Pengalaman pribadi
b. Pengalaman orang lain
c. Berita di media massa
d. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
e. Imajinasi
f. Mengamati lingkungan
g. Perenungan
h. Membaca buku
Tema yang Ibu Iin angkat di buku adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa,  mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020.

Referensi berasal dari data dan fakta yang saya peroleh dari literasi di internet. Referensi terdiri dari :
a . Pengetahuan yang diperoleh secara formal, nonformal, atau informal;
b. Keterampi lan yang diperoleh secara formal, nonformal, atau informal;
c. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini;
d. Penemuan yang telah didapatkan.
e. Pemikiran yang telah direnungkan

Tahap berikutnya membuat kerangka. Kerangka ini saya ajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital
BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62

Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis

2. Menulis Draf
a. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
b. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

3. Merevisi Draf
a. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
b. Memeriksa gambaran besar dari naskah.

4. Menyunting Naskah
a. Ejaan
b. Tata bahasa
c. Diksi
d. Data dan fakta
e. Legalitas dan norma

5. Menerbitkan

Hambatan-hambatan dalam menulis 
a. Hambatan waktu
b. Hambatan kreativitas
c. Hambatan teknis
d. Hambatan tujuan
e. Hambatan psikologis

Cara mengatasi
a. Banyak membaca
b. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
c. Disiplin menulis setiap hari

DISKUSI
1. Cara membuat pemetaan buku literasi kira2 apa? Menulis buku literasi SD apakah sama seperti formatnya dalam buku tematik? Apakah arahnya bhs Indonesia? 

Pemetaan buku literasi siswa bisa menggunakan berbagai cara pak dan sebaiknya sesuai dengan rapor pendidikan sekolah Bapak. Cara untuk memetakan sesuai dengan minat anak, Bapak bisa melalukukan wawancara, atau menyebarkan angket. Buku literasi SD bisa menggunakan cerita motivasi atau juga bisa berupa buku panduan. Untuk format tergantung jenis buku yang Bapak tulis. Sebagai contoh buku literasi yang berisi buku panduan, format langkah demi langkah.

2. Kenapa ibu memilih pola klaster? Mohon diceitakan bu? 

Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara). Saya memilih pola ini karena saya menjelaskan per materi dan saya buat per bab. Dari satu bab ke bab yang lain saling berhubungan.

3. Apakah yang menjadi daya tarik buku non fiksi? Apakah manfaat membaca buku non fiksi?

Yang menjadi daya tarik buku nonfiksi adalah buku tersebut berisi informasi atau pengetahuan yang sangat dibutuhkan orang lain. Sebagai contoh buku motivasi yang berjudul Otewe Berbenah, yang  membantu kita menghadapi situasi-situasi sulit dan berat, dengan merujuk pada sumber utama Islam, yakni al-Quran. Bersandar langsung pada arahan dan petunjuk Allah SWT, buku ini menyediakan solusi terbaik dan tepat yang tak diragukan lagi keampuhannya. Tak hanya itu, cerita-cerita inspiratif dari para orang saleh terdahulu juga menjadi cermin terang bagaimana mesti menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah kita saat ini.

Manfaat yang diperoleh tentu saja informasi dan pengetahuan yang sangat berguna. Buku pengembangan diri akan membantu kita mengembangkan diri untuk menjadi pribadi yang luar biasa.

4. Bagaimaa cara mencari ide untuk membuat buku non fiksi?

Ide bisa kita temukan di mana saja, bahkan di dalam diri Mbak Nurul. Mbak Nurul telah mengalami berbagai hal dalam hidup. Sesuatu yang dekat dengan kita dan kita sukai pasti akan mudah untuk dituliskan. Banyak buku dalam diri kita yang belum kita lahirkan menjadi sebuah buku. Agar mudah untuk mengerucutkan ide yang akan ditulis, Mbak Nurul bisa menggunakan mind map.

5. Jika kita mau membuat buku. Boleh kah menulis buku non fiksi dengan bahasa tidak formal.  Misal non fiksi   motivasi dan disesuaikan dengan bahasa target sasaran pembaca. Mohon berikan penjelasan yang dimaksud  dengan karya ilmiah populer

Bahasa yang digunakan dalam buku nonfiksi adalah bahasa baku dan mengandung makna denotatif atau makna sebenarnya. Bahasa baku tetap bisa digunakan sesuai dengan target pembaca. Sebagai contoh, bahasa yang digunakan untuk target pembaca di tingkat SMP tentu tidak sama dengan mahasiswa dalam hal pilihan kata dan komplesitas kalimat.

6. Saya ingin membuat autobiografi dengan konsep Novel. Apakah ini bisa disebut Non fiksi? Pola apakah yang cocok untuk menulis buku biografi tersebut?

Autobiografi adalah buku yang berisi perjalanan hidup seseorang dan penulisnya adalah diri sendiri. Penulisan bisa dalam bentuk novel, namun isinya sesuai dengan kenyataan atau berdasarkan fakta.

7. Buku non fiksi merupakan buku yang kontennya salah faktual. tetapi, pada paparan tahap pratulis dari menentukan tema bisa mendapatkan referensi yang salah satunya imajinasi yang berarti itu sama saja dengan khayalan (fiktif)?

Referensi imajinasi artinya adalah sesuatu yang kita impikan. Sebagai contoh saya ingin menulis tentang Sekolah Ramah Anak. Imajinasi saya tentang sekolah masa depan yang ideal. Tentu saja saya akan mengumpulkan materi tentang sekolah yang ideal menurut para ahli. Ini tetap sesuai dengan fakta.

1 comments:

Sim Chung Wei said...

Mantab , resume nya sangat lengkap

Post a Comment