MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH

Monday, December 4, 2023

Pertemuan ke-11
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Rabu, 8 November 2023


Rabu, 8 November 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-11. Tema kelas malam ini yaitu MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH bersama narasumber Widya Setianingsih, S.Ag melalui daring via WA Group KBMN pukul 19.00 WIB.

Beliau ada menerbitkan buku duet kumpulan puisi yang selesai dalam waktu 2 bulan

Sahabat literasi nusantara, awalnya beliau hanyalah pecinta literasi biasa dan berawal dari zero. Sungguh bergabung di komunitas KBMN seperti ini mampu melejitkan potensi kita untuk menjadi penulis yang produktif. Kuncinya adalah MAU. 

Bagaimanapun juga satu ons tindakan lebih berarti dari pada satu ton pemikiran

Insyaallah semua akan diberi kemudahan. Ibarat kita berjalan ada tembok menghadang. Cari jalan lainnya. Entah harus memutar, ataukah mencari jalan lain yang sepadan. Artinya setiap kesulitan ada dua kemudahan yang Allah siapkan. Tetapkan niat, dan insyaallah tiba-tiba ada jalan yang terbentang. Jangan takut mencoba, maka kita akan tetap stuck di tempat. Ada rintangan, halangan itu hal yg biasa. Apalagi saat mengawali. Berat memang😥Tapi bukan berarti itu TAK MUNGKIN dan TAK ADA SOLUSI.  Bismillah💪🏻

So segera bersiap keluar dari zona nyaman untuk menyambut kesuksesan. Saatnya telah tiba. Hari ini adalah hari kesuksesan Anda sekalian. Hari ini beliau akan berbagi pengalaman seputar majalah sekolah.

Apa yang dirasakan saat ada foto kita, foto anak kita terpampang di sebuah artikel majalah? Entah itu karena prestasi, atau sekedar foto selfie saat melakukan kegiatan sekolah. Pasti bangga, bercampur senang bukan? Setiap sekolah tentu kita dikenal oleh khalayak luas. Baik sekolah negeri, lebih-lebih sekolah swasta. Selain itu sebagai lembaga formal, komunikasi, promosi, dan sosialisasi dengan orangtua, masyarakat sebagai STAKE HOLDER sangat diperlukan. Semua itu dapat terjawab dengan hadirnya Majalah Sekolah. Tentu sebagian dari kita berfikir, haduuh rasanya tidak mampu deh punya majalah sendiri. SDM kurang, biaya tidak ada dan dukungan dari sekolah kurang optimal.

Itu sama dengan pikiran yang beliau dan temannya dirasakan awal mula berdirinya Kharisma (nama majalah sekolah beliau). Awal mula, hanya ada dua orang yang merintis terbitnya majalah sekolah. Satu teman beliau sebagai pimred merangkap layouter. Dan beliau sebagai pemburu berita merangkap bendahara. Jangan dibayangkan majalah Kharisma diawal seperti saat ini. Majalah kami hanya berukuran setengah kertas folio. Untuk mencetaknya kami hanya mampu fotokopi. Layout dengan cara gunting dan tempel.

Dua tahun Kharisma melakukan hibernasi. Hingga akhirnya kami bangun kembali. Selama  tidur panjang kami sibuk berbenah. Crew Majalah kami lengkapi. Mulai dari penasehat, penanggung jawab, pimred, bendahara, editor, layout, hingga 4 orang pemburu berita. Kami ajukan proposal yg detil pada pihak yayasan/sekolah. Mencari solusi pendanaan selain dari dana BOS. Mempercantik tampilan hingga ke percetakaan. Mempertebal muatan bergizi dari isi majalah. Finally "KHARISMA REBORN".

Tahun 2010 beliau dipercaya untuk menjadi Pimred. Hal yang berat memang. Tapi beliau percaya dengan tim/crew yang saling membahu. Bismillah💪🏻💪🏻💪🏻 Hingga sekarang beliau masih memegang amanah itu. Saat ini majalah kami memasuki edisi ke 23. Akan ada hadiah berupa majalah Kharisma bagi tulisan peserta yang terbaik. 

Kemampuan menulis apa adanya bukan soalan. Yang kami inginkan hanya berbagi informasi, berita, dan cerita tentang anak didik kami. Akhirnya majalah pertama sekolah kami bisa sampai ditangan anak-anak didik kami. Saat itu penggandaan majalah didanai oleh sekolah.

SELUK BELUK MAJALAH:
1. Pengertian




2. Susunan Redaksi



a. Penasehat : Yayasan
Tugasnya: Memberikan segala pertimbangan terhadap segenap crew tentang majalah sekolah

b. Penanggung Jawab : Kepala Sekolah
Tugasnya : bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) 

c. Pimpinan redaksi : Pemimpin Redaksi (Editor in Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya

d. Editor : Bertanggung jawab  swa sunting tulisan, proofreading dan mengedit semua tulisan

e. Reporter : Reporter merupakan “prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.

f. Fotografer : tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis.

g. Layout : Tugasnya mendesain majalah, dan tata letaknya agar menjadi tampilan komunikatif dan menarik untuk disajikan

h. Bendahara : Mengatur jalannya sirkulasi keuangan majalah sekolah

3. Susunan Daftar Isi


Pada umumnya majalah memiliki susunan daftar isi yang hampir sama. Rincian isi majalah ini akan memudahkan kita untuk menyusun setiap halaman majalah.

Menurut Wikipedia daftar isi majalah Antara lain berisi :
1. Nomor Edisi : Keterangan edisi dan tanggal terbit
2. Halaman : Menunjukkan posisi halaman sebuah rubrik.
3. Rubrik : Menunjukkan isi rubrik
4. Isi : Tema yang ada dalam sebuah rubrik. Satu rubrik bisa terdiri dari beberapa tema.
5. Jumlah halaman : Menujukkan jumlah halaman sebuah rubrik.
6.  Penulis : Penulis dari sebuah tulisan.
7. Deadline : Waktu tulisan yang akan dimuat di majalah.
8. Keterangan : Penjelasan dari halaman yang ada disebuah rubrik.

4. Langkah-Langkah Menerbitkan Majalah

a. Menyatukan ide dan gagasan
Mencari teman-teman yang memiliki jiwa literasi. 
Membentuk susunan redaksi majalah

b. Mengajukan Proposal

c. Membuat rancangan majalah
Menentukan nama majalah, isi berita, pendanaan dll

d. Mencari rekanan pendukung
Percetakan, sponsor dll

e. Merancang majalah
Menentukan nama majalah, isi berita pendanaan

f. Mencari rekanan
Mencari rekanan pendukung, percetakan, sponsor dll

5. Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Menerbitkan Majalah 

a. Membuat nama majalah
- Buatlah nama yang unik, menarik dan mudah diingat.
- Bisa juga membuat nama majalah berupa singkatan nama sekolah, atau kata-kata yang menginspirasi.
Contoh : SMART, MUTUALISTA, KONTAK, CAHAYA.

KHARISMA singkatan dari Khadijah Is My Inspiration

b. Menentukan artikel yang akan ditampilkan

- Visi Misi Sekolah : Visi, misi sekolah masing-masing dituliskan di hal 

- Salam Redaksi : Kata sapaan pimred pada pembaca, menyampaikan isi majalah secara singkat, tema majalah, kondisi teraktual saat itu.

- Berita Sekolah : Kegiatan-kegiatan sekolah, misalnya peringatan PHBI-PHBN, kegiatan sekolah dll.

- Profil Guru : Dimuat secara bergiliran mulai dari kasek, wakasek, guru, staf pendidik. 

- Profil Siswa Berprestasi: Menampilkan siswa paling berpretasi.

- Karya Siswa : Menampilkan tulisan siswa, puisi, cerpen, foto hasil karya siswa berupa kerajinan, gambar dll

- Kegiatan Siswa: Kegiatan outclass, ataupun inclass. Misalnya outbound, praktek di kelas, unjuk kerja, game dll

- Kuiz berhadiah: Disesuaikan dengan jenjang kelas. Untuk SD TTS, tebak gambar, dll. Dan berhadiah.

- Prestasi Sekolah : menampilkan prestasi terbaru dari guru, siswa, dan sekolah.

- Info dan pengumuman: Info ujian, libur dsbnya

Bisa juga ditambahkan artikel lain sesuai dengan kebutuhan dan kreativitas sekolah.
Misalnya:
✔️Belajar Bahasa (bahasa Arab dan Bahasa Inggris}
✔️Do You Know (Berisi pengetahuan-pengetahuan umum yang bisa menambah wawasan siswa, yang ditulis dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)
✔️Komik atau cerita bergambar
✔️Tutorial menggambar
✔️Iklan dari sponsor
dll

c. Mengajukan ISBN
Agar majalah kita memiliki hak paten, maka mengajukan ISBN sangatlah penting. Kita bisa menghubungi penerbit untuk membantu kita mendapatkan ISBN

d. Menentukan bahasa yang dipakai dalam majalah
Sebelum menentukan bahasa yang akan kita pakai, kita harus mengetahui sasaran pasar kita yakni siswa-siswi kita dan wali murid. 
Saran : 
- Gunakan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak.
- Tidak terlalu formal/kaku.
- Gunakan bahasa keseharian dan pergaulan
- Selipkan bahasa-bahasa gaul yang lagi ngetrend (asalkan harus sopan)
   Misalnya hay gaess, kata sapaan sobat untuk para pembaca
- Gunakan bahasa komunikatif sehingga seolah-olah kita sedang berbincang dengan pembaca.

e. Carilah tema dari hal yang lagi booming atau ngetrend di lingkungan sekolah dan masyarakat
Isue-isue keseharian yang sedang booming di lingkungan sekolah dan masyarakat bisa kita gunakan sebagai tema. Misalnya : 
✔️Tetap Berprestasi di Masa Pandemi.
✔️Semakin Berilmu Semakin Berakhlak
✔️Lets go green
✔️Raih Mimpi Setinggi Bintang
✔️Hold Your Star
✔️Semakin Berprestasi, Semakin Membumi

f. Cover dan Layout Menarik
Fungsi dari cover majalah adalah untuk melindungi isi majalah, mencerminkan tema dan isi majalah. Karena itu tampilan cover harus menarik pembaca.

Layout dan tata letak majalah dibuat sesuai tema dan tingkatan usia pembaca (SD, SMP,SMA).Praktis, simple, menarik dan memuat seluruh artikel dengan penataan padat tapi tidak sumpek.

Carilah guru yang berkompeten di IT sebagai tenaga layout dengan menggunakan aplikasi Corel. Untuk cetak majalah tidak semuanya kita cetak warna, hal ini untuk menekan budget agat tidak terlalu tinggi. Bisa 8 halaman saja yang di cetak warna, yang lainnya cukup hitam putih saja.

g. Pembiayaan
Pembiayaan digunakan untuk:
✔️Biaya cetak majalah
✔️Membayar HR crew
✔️Pembelian hadiah kuiz dll

Sumber Pembiayaan cetak majalah bisa di bagi menjadi 3:
- Murni dari siswa: Siswa membeli majalah (dimasukkan di daftar ulang atau SPP)
- BOSDA. Pembiayaan majalah bisa diambilkan dari dana BOSDA. Pada BOSDA ada pos biaya cetak majalah sekolah dan membayar honorarium crew.
- Sponsor. Bisa dari walimurid yang ingin beriklan tentang usahanya.

h. Percetakan
Tidak bisa dipungkiri percetakan merupakan faktor penting adanya majalah secara fisik. Akan tetapi bila tidak memungkinkan majalah dicetak karena beberapa hal misalnya pendanaan, situasi tidak bisa tatap muka karena pandemi maka majalah bisa juga disampaikan dalam bentuk online. Misalnya dishare dalam bentuk PDF melalui WhatsAp, Web sekolah, IG, Facebook dll. Bisa juga melalui aplikasi flipbook atau photoshop.

i. Upgrade Ilmu Secara Kontinue
Agar majalah selalu Uptodate maka harus ada jadwal untuk mengupgrade ilmu bagi para crew. Misalnya pelatihan menulis, pelatihan aplikasi Corel, Photoshop untuk layout dll dengan memberdayakan teman sejawat atau mendatangkan narasumber ahli.

j. Pupuk Kekompakan Team
Ibaratnya tubuh maka crew majalah adalah bagian team yang memiliki tugas SAMA PENTING nya. Oleh karena itu team harus solid, terus pupuk kekompakan team. Saling mendukung dan mengisi kekurangan satu sama lain adalah kunci langgengnya sebuah team.

6. Manfaat Majalah Sekolah


DISKUSI
1. Bagaimana cara kita mengajak stake holder yang ada untuk membuat majalah?

Stake holder yang dimaksud adalah walimurid, dan masyarakat sekitar. Mungkin bukan untuk membuat majalah ya bun. Tapi untuk mendukung pengadaan majalah. Yang pertama tentu harus ada sosialisasi ttg fungsi, manfaat, rancangan suatu majalah. Setelah mereka paham, baru kita ajak mereka untuk mendukung pengadaan majalah sekolah kita.

2. Apa bedanya menulis di majalah sekolah dengan menulis di website sekolah?

Bedanya adalah menulis di majalah sekolah itu tercetak secara fisik, dapat diedarkan di kalangan siswa secara offline, sedangkan di webbsite itu tulisan secara online, lebih luas penyebaran beritanya. Jika ditinjau dari kesamaannya, sama2 menuliskan berita di sekolah. Di madrasah kami, berita di majalah kami tulis juga di webbsite agar bisa dibaca secara online dan lebih luas.

3. Apa saja langkah-langkah kunci dalam mengelola majalah sekolah yang menarik dan informatif?

Langkah utama adalah kemauan. Gali berita yang ada di sekitaran sekolah, kelola dengan bahasa menarik, sertai dengan gambar.

4. Bagaimana cara memotivasi siswa untuk berkontribusi dalam pembuatan dan isi majalah sekolah?

Peran siswa perlu dioptimalkan. Biasanya untuk memulai sesuatu perlu "dipaksa" dulu. Cara memaksanya seperti ini, kerjasama dengan walikelas atau guru mapel. Misalnya memberi tugas menulis puisi, cerpen, pantun. Karya yg bagus akan dimuat di majalah. Bisa juga dengan membentuk crew yang anggotanya siswa, tiap kelas kita ambil perwakilan. Karya yg dimuat akan  mendapatkan souvenir itu juga bisa dijadikan solusi.

5. Apa yang bisa diambil dari pengalaman dalam memulai majalah sekolah dengan sumber daya terbatas?

Sama seperti pengalaman awal saya membuat majalah, hanya 2 orang dengan tugas double. Selanjutnya asah terus kemampuan. Ajak teman2 untuk bergabung, libatkan siswa. Insyaallah akan dapat terlampaui dengan mudah

6. Bagaimana kita memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk berpartisipasi di majalah karena kendala adalah saat menulis itu proses lama sekali sehingga yg terjadi penerbitan tertunda?

Kita tentukan deadline dengan jelas, misalnya seperti majalah sekolah kami 6 bulanan terbitnya. Di awal bulan sudah kami tentulan deadlinenya agar waktu pengerjaan lama. Pimred dan crew harus tak jemu2 mengingatkan penulis baik dari guru maupun siswa. 

7. Bagaimana mengenal tema yang di harapkan siswa  sementara kami sudah mencantumkan Puisi, cerpen, dan artikel siswa?

Dengan cara membuat poling, survey yang kita share pada siswa dan guru. Maka tema akan lebih beragam dan sesuai dengan kehendak siswa/pembaca.

8. Bagaimana cara membuat ISBN majalahnya? berbiayakah? Apa saja syaratnya?

Yang pertama harus membuat majalahnya dulu, berupa draft seperti saat kita mau mencetak. Bisa minta bantuan penerbit untuk menguruskan ISBN majalah kita. Untuk ukuran Majalah (majalah): dengan ukuran antara 21,5 X 29 cm hingga ukuran kertas legal.

9. Bagaimana menyikapi pemasaran majalah sekolah, di tengah maraknya majalah versi online?

Untuk pemasaran majalah sekolah bisa secara online dan offlline. Di awal penerbitan kami sudah menyampaikan pada walmur bahwa majalah kita adalah majalah yg dicetak artinya secara offline. 

Sedangkan yang online adalah dgn menggunakan webbsite. Untuk siswa kelas dasar lebih aman dan  menarik jika dicetak. Tentu saja jika dicetak ada biaya percetakannya.

10. Bagaimana memotivasi peserta didik untuk menulis sesuai dengan pikirannya sendiri tanpa copy paste dari internet jika dipaksa menulis? Bagaimana jika kita mengajak rekan guru untuk berkolaborasi namun tidak direspon. Kira-kira apa yang harus dilakukan?

a. Tentunya diawal kita memberi arahan pada siswa ttg plagiat. Ada hukum plagiasi yang harus diketahui siswa. Guru bisa mengecek tulisan siswa menggunakan plagiat cheker, turnitin, atau aplikasi lainnya. Sampaikan undang2 plagiasi. Undang‐Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 25 ayat 2 dan pasal 70 mengatur sanksi bagi masyarakat yang melakukan plagiat, khususnya yang terjadi di lingkungan akademik.

b. Ini butuh kesabaran dan kesadaran dari guru tersebut. Jika perkataan kita tidak direspon, kita bisa sampaikan pada atasan kita untuk mewajibkan gurunya menulis dan mengisi majalah sekolah

Tetaplah menjadi pijar yang selalu menghangatkan gigilku. 
Menjadi malam yang memeluk resahku, menjadi rumah untuk aku selalu pulang. 
Jangan ragu untuk terus mengasah kemampuan menulis, 
teruslah berlatih, dan selalu terbuka untuk peningkatan. 
Setiap kata dan kalimat yang ditulis adalah bagian dari perjalanan kita sebagai penulis.

0 comments:

Post a Comment