Pertemuan ke-14
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Rabu, 15 November 2023
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Rabu, 15 November 2023
Rabu, 15 November 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-14. Tema kelas malam ini yaitu LANGKAH MENYUSUN BUKU SECARA SISTEMATIS bersama narasumber Yulius Roma Patandean, S.Pd melalui daring via WA Group KBMN pukul 19.00 WIB.
Tidak banyak buku yang telah pemateri tulis dan terbitkan sekitar 20an judul saja. Buku-buku tersebut berupa buku solo dan antologi. Adapun buku-buku yang telah terbit di Penerbit Mayor, yakni penerbit ANDI, itu adalah hasil kolaborasi dengan Prof. Richardus Eko Indrajit yang pernah memberikan tantangan menulis buku selama seminggu.
Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis
1) Bagaimana sih menyusun buku secara sistematis? Sebenarnya saya tidak memiliki teorinya. Apa yang saya lakukan sebatas pengalaman selama menulis buku.
2) Saya yakin teman-teman semua yang ada di grup ini bukan lagi calon penulis tapi sudah menjadi penulis. Kita semua tentunya menulis hampir setiap hari entah sadar atau tidak ya.
3) Mengapa saya berpendapat demikian? Karena kita sering melakukan posting tulisan di media sosial, misalnya di grup WA, FB, Twitter, IG, dll. Nah, tulisan-tulisan itu kan sebenarnya adalah ide kita yang bisa dipoles menjadi karya yang lebih bermanfaat, yakni menjadi tulisan buku.
4) Sudah sejauh mana perkembangan naskah tulisan untuk calon buku teman-teman saat ini? Apakah masih sebatas judul, outline atau belum ada sama sekali? Saya yakin pasti sudah ada, tetapi kadangkala masih malu-malu muncul sebagai naskah oleh karena penulisnya merasa minder duluan. Ahhh..tulisanku tidak menari, tidak ada pembacanya. Biasa-biasa saja, sulit mengembangkan ide, sampai di sini saja ah, pusing, idenya dari mana.
5) Berdasarkan pengalaman saya, semua tulisan bisa menjadi naskah buku. Jika saya itu bisa saya kembangkan menjadi naskah sebuah buku, saya membuat rancangannya untuk buku solo. Jika naskahnya sulit saya kembangkan, saya terbitkan menjadi naskah antologi.
6) Baiklah, katakanlah naskah teman-teman sudah ada ya. Namun, mungkin masih terhambur di laptop dan HP.
7) Langkah pertama, kumpulkan semua naskah yang ada, berikan judul untuk menjadi judul bab. Jika memungkinkan buatkan sub judul agar mudah dikembangkan.
8) Jika naskahnya sudah ada satu-dua paragaraf, tapi mentok idenya habis, maka sederhanakan kalimatnya. Kalau bisa, hindari penggunaan kalimat majemuk dan kalimat kompleks. Gunakan kalimat sederhana. Misalnya, satu kalimat memuat maksimal 9 kata. Untuk kalimat berikutnya, upayakan ambil satu kata dari kalimat sebelumnya untuk menjadi bahan kalimat berikutnya.
Contoh: KBMN adalah sebuah grup menulis guru-guru se-Indonesia. Grup ini memiliki founder bernama Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. Hingga saat ini, grup ini telah memiliki 30 angkatan. Banyak penulis lahir dari setiap angkatan. Saya adalah salah satu penulis alumni angkatan kesembilan. Pertama jadi alumni, sekarang berbagi ilmu kepada angkatan baru.
9) Cara lain yang saya gunakan adalah mengembangkan ide atau melakukan elaborasi menggunakan contoh. Cara ini lebih simple dan mudah dilakukan. Bahkan dengan lebih banyak contoh, akan lebih mudah dipahami pembaca.
Contoh: KBMN memiliki banyak jaringan penulis ternama untuk menjadi narasumber. Para narasumber berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang merupakan pemilik percetakan buku, penulis novel, penulis buku ajar, penulis dongeng, penulis artikel, pakar jurnal, dll. Penulis novel antara lain: Jacky Chan, Jet Lee, Sylvester Stallone, Andy Lau dan Ganjar Harimansyah.
10) Sekarang naskahnya telah siap. Saatnya melakukan pengeditan untuk menjadi draft buku yang sudah dilengkapi daftar isi, halaman, indeks, daftar pustaka dll.
11) Untuk membuat bagian-bagian itu sistematis, saya biasa melakukannya dengan cara yang ada di video ini: https://youtu.be/eePQwyHAcjw?si=qspU9eumtqSZBU7r
12) Atau lewat video ini: https://youtu.be/jXPr59aWJSc?si=-S08CTnr8IG-dm9H
13) Bisa juga melatihnya seperti pada video ini: https://youtu.be/mS8bfNZT-rA?si=yZsntpxVIbPLwA9M
14) Saya lebih memilih fasilitas dari MsWord untuk membuat naskah tersusun sistematis dibandingkan dengan aplikasi. Dengan fitur MsWord, pengeditan dan penataan naskah bisa tanpa jaringan internet. Mungkin ada teman-teman yang aktif menggunakan software seperti Sotero atau Mandeley. Itu bisa juga digunakan.
15) Teruslah menulis dengan cara masing-masing. Jangan berhenti menulis agar bisa menjadi bagian dari peradaban. Tinggalkan jejak yang mulia dan murah meriah di dunia dengan menulis.
DISKUSI
1. Saya mau bertanya, bagaimana membuat sub -sub agar menjadi kerangka cerita yang menarik? Saya sering sekali mempunyai ide, tapi jadi wagu(ga bagus, terlalu dipaksakan) saat menulis.
Tiap Sub Judul merupakan bagian dari judul besar yang dibuat. Contoh: Judul: Mencintai.
Sub Judul 1: Mencintai Karena Jodoh
Sub Judul 2: Mencintai Karena Terpaksa
Sub Judul 3: Mencintai Karena Materi
Sehingga tiga sub judul adalah elaborasi dari judul Utama

0 comments:
Post a Comment