Pertemuan ke-4
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Senin, 23 Oktober 2023
Senin, 23 Oktober 2023. Pertemuan ke empat KBMN angkatan 30 dimulai. Kegiatan ini berlangsung secara daring via whatsapp group, pukul 19.00-21.00 WIB. Narasumber utama yaitu Aam Nurhasanah, S.Pd. Tema kegiatan malam ini adalah GALI POTENSI UKIR PRESTASI.
Gali Potensi Ukir Prestasi, bagaimana cara memulainya? Kita bisa mulai dengan hal yang kita sukai dan hal yang kita kuasai. Contoh, saya suka menulis, maka saya akan menceritakan pengalaman menulis. Kisah ini dimulai dari seorang peserta gagal yang akhirnya lulus di gelombang 12. Saat menjadi peserta, ada seorang narasumber Bu Kanjeng yang memberikan tantangan menulis buku antologi. Awalnya ragu karena tidak yakin apakah tulisan layak untuk dijadikan buku, namun Bunda terus memberikan motivasi bahwa setiap orang memiliki bakat dan potensi yang sama untuk dapat dikembangkan. Sejak saat itu beliau belajar percaya diri dengan apa yang akan ditulis dan terus mengasah diri dengan belajar bersama Bu Kanjeng. Bahagianya ketika buku pertama lahir, beliau resmi menyandang gelar penulis buku karena mengikuti tantangan menulis buku antologi.
Buku pertama beliau adalah buku antologi dengan judul "Semangat Menulis Bersama Bu Kanjeng". Ini adalah buku antologi yang ditulis bersama dengan biaya patungan. Bahagianya saat jadi penulis pertama dari 42 peserta seluruh Indonesia.
Selanjutnya, syarat lulus KBMN adalah menerbitkan buku solo atau buku yang ditulis seorang diri. Saat itu buku solo pertama lahir dengan judul "Mengukir Mimpi Jadi Penulis Hebat". Berawal dari impian, buku pertama pun menetas juga.
Ketika buku solo pertama lahir, akhirnya beliau ke lulus dari BM 12 dan mengabdikan diri sebagai Moderator di Tim Solid Omjay hingga lahirlah buku solo kedua yang berjudul "Kunci Sukses Menjadi Moderator Online".
Untuk mengasah diri, beliau mengikuti lomba blog menulis PGRI. Ketika itu, peserta menulis tanpa jeda selama 28 hari. Bahagianya saat pengumuman, saya berhasil meraih juara 1 lomba blog tingkat nasional pada bulan Maret 2021.
Pengalaman akan hilang jika tidak dituliskan, maka dari itu lahirlah buku solo ketiga saya yang berjudul Blogger Inspiratif. Dengan harapan, ketika orang membaca tulisan beliau, maka akan terinspirasi dengan pengalaman yang beliau tulis.
Ketika saya mendapat juara 1 lomba blog, saya mendapatkan undangan apresiasi dari PGRI Kabupaten Lebak. Tidak cukup di situ, beliau kembali mengikuti tantangan menulis buku satu Minggu bersama Prof. Richardus Eko Indrajit dan lolos ke penerbit mayor PT Andi. Bahagianya saat buku kita mejeng di rak toko buku besar seperti Gramedia. Impian saya akhirnya menjadi kenyataan.
Buku karya kita mejeng di rak toko buku besar merupakan penghargaan dan pembuktian 🏆
Lalu, untuk pertama kalinya beliau menerima tantangan mengedit novel murid yang bernama Juminah. Juminah adalah seorang murid saya yang saat ini menjadi TKI di Arab Saudi. Ia mengirimkan naskah melalui WA dan butuh waktu 3 bulan menyatukan naskahnya. Novel ini berkisah bahwa Juminah merelakan masa mudanya untuk pergi menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai sekolah adik-adiknya. Novel ini juga menceritakan perjalanan Juminah menemukan takdir cinta yang ia pilih. Setelah pengalaman mengedit novel Juminah, banyak beberapa permintaan dari para peserta untuk membantu mengedit buku solo.
Konsistensi Bu Aam dalam menulis, proses belajar yang dijalani sepenuh hati, mengantarkan Bu Aam mengukir prestasi gemilang di bidang literasi ini. Perjalanan manis ini pun telah menjadi sebuah buku solo ke 4.
Tidak hanya itu, beliau juga menerima tantangan kurator dari Bunda Kanjeng untuk mengajak para peserta pegiat literasi, menulis buku antologi. Kebanyakan alumni KBMN menghasilkan buku antologi setiap angkatannya.
Konsisten menulis walau sibuk dengan rutinitas
Bu Kanjeng adalah motivator sejati yang selalu mendorong beliau untuk terus berkarya hingga lahirlah buku terakhir beliau dengan murid2 di SMPN SATAP 4 CIPANAS dengan judul KADO TERINDAH. Pengalaman akan hilang jika tidak dituliskan, maka segera bungkus pengalaman kita menjadi sebuah buku yang kelak bisa dibaca oleh anak cucu kita. Nanti kelak kita tiada, maka karya kita akan tetap abadi.
Cara melecut diri adalah cari seorang mentor, motivator, kompor, atau inspirator yang selalu mengompori kita supaya tetap berkarya. Kadang diri sendiri merasa ada di titik jenuh, namun adanya mentor serasa membangunkan diri untuk terus mengukir sejarah melalui tulisan. Bagi beliau, Bu Kanjeng adalah motivator dan Omjay inspirator. Dari Bu Kanjeng, beliau belajar terus mengasah diri. Dari Omjay, beliau belajar bahwa setiap pengalaman bisa dijadikan buku.
Tips menyusun buku 2 Minggu. Setiap hari menulis 20 lembar A4. Jika satu minggu menulis, 7 x 20 jadi 140 lembar. Kalau dijadikan buku format A5 jadi 280 halaman. 1 minggu selanjutnya untuk mencari daftar pustaka, edit dan finishing.
Cara menggali ide adalah membuat buku berdasarkan pengalaman berharga atau pengalaman yang tidak terlupakan. Saat ini beliau sedang mengerjakan calon buku solo ke-5 yaitu buku biografi Sang Blogger Inspiratif. Dahulu beliau cuma sendiri penulis di MKKS Subrayon 3. Akhirnya, beliau bisa mengajak kepala sekolah, guru, beserta murid untuk bisa menerbitkan buku.
Jangan jadikan kesibukan sebagai alasan atau beban untuk tidak menulis. Malah, kita harus menjadikan hal tersebut sebuah tantangan bagaimana kita bisa melewati masalah tersebut. Tentunya habis gelap terbitlah terang. Sejatinya setiap potensi itu perlu dilatih dan dikembangkan. Seperti pisau, semakin diasah maka semakin tajam. Begitupun tulisan kita. Jangan jadikan kegagalan sebuah kehancuran tapi jadikanlah pijakan sebuah kesuksesan.

.jpeg)




.jpeg)





