MEMBUAT COVER BUKU YANG MENARIK

Monday, December 25, 2023

   Pertemuan ke-30
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Jumat, 22 Desember 2023


Jumat, 22 Desember 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-30. Tema kelas malam ini yaitu MEMBUAT COVER BUKU YANG MENARIK bersama narasumber Fajar Tri Laksino, M.Pd. melalui daring via Zoom KBMN pukul 19.00 WIB.

Pernahkah saat  menatap halaman depan buku, kita dibuat takjub dan terpesona. Seolah berjuta asa dan rasa terserap oleh keindahan cover. Sapuan latar belakang yang menggelitik hingga tergerak untuk mencari tahu apa isi di dalamnya. Imajinasi kita menari-nari, terbawa semakin kuat untuk menjelajahi lembar demi lembar isi buku tersebut. Melalui cover buku yang menarik, Pembaca semakin Penasaran. Cover buku adalah pintu gerbang pertama ke dunia cerita yang luar biasa. Dengan desain yang menarik, pembaca akan lebih tertarik untuk membuka buku dan memulai petualangan kisah yang tertuang. Kita akan menjelajahi langkah-langkah kunci untuk menciptakan cover buku yang memikat dan dapat menarik perhatian pembaca.

Mendesain suatu cover, bisa dilakukan di aplikasi online maupun offline. Bisa melalui aplikasi Canva, Photoshop, maupun Corel draw. Design Brief adalah panduan tertulis untuk sebuah proyek desain yang dikembangkan bersama oleh desainer dan pihak ketiga. Panduan tertulis/design brief ini menjadi cetak biru yang diinginkan dari sebuah desain. Jelaskan sedetail mungkin yang diinginkan, seperti: warna, jenis font, gambar photo, dan harus jelas dalam memutuskan konsep. Ajukan contoh berupa ilustrasi, hal ini dimaksudkan guna menghindari banyak revisi. Namun setiap aplikasi mempunyai kelebihan dan kekurangan, seperti halnya Canva tidak sefleksibel Photoshop maupun Corel draw.

TEKNIK PROMOSI BUKU

  Pertemuan ke-29
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Rabu, 20 Desember 2023


Rabu, 20 Desember 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-29. Tema kelas malam ini yaitu TEKNIK PROMOSI BUKU bersama narasumber Akbar Zainuddin, MM., MNE. melalui daring via WA Group KBMN pukul 19.00 WIB.

Narasumber malam ini bapak Akbar Zainudin merupakan seorang penulis buku best seller Man Jadda Wajada terbitan Gramedia pustaka utama, cetakan ke-13 beredar 55.000 eksemplar. Sekarang ini beliau telah menulis 16 buku Solo, dan sudah membimbing 12 orang penulis pemula untuk menerbitkan buku serta menjadi editor sekitar 20 buku antologi.

Buku Solo pertama beliau judulnya Man Jadda Wajada. Sebelumnya pernah menulis beberapa buku antologi sama beberapa kawan. Menulis buku antologi memang salah satu latihan bagus sebelum menulis buku Solo sendiri. Buku ini diterbitkan oleh Gramedia pustaka utama, lalu beliau lanjutkan dengan buku Man Jadda Wajada 2 yang juga diterbitkan oleh Gramedia. Setelah itu, beliau menulis dua buku yang diterbitkan oleh Mizan grup, yaitu buku menghidupkan 10 prinsip Man Jadda Wajada dan buku Hasanah Dunia Akhirat. Kemudian beliau menulis buku Man Jadda Wajada For Teen yang diterbitkan oleh penerbit Zikrul Hakim. Satu buku yang beliau tulis khusus untuk panduan para penulis dalam menulis buku judulnya adalah UKTUB' Panduan Menulis Buku dalam 180 hari. Beliau lalu mendirikan perusahaan penerbitan sendiri namanya MJWBook. Perusahaan ini yang menerbitkan buku-buku beliau sekarang.  Salah satu buku best seller dari mjw book adalah buku Man Jadda Wajada: Ketika Sukses Berawal dari Pesantren. Alhamdulillah buku ini menyasar para santri di seluruh Indonesia dan sekarang ini terjual sekitar 25.000 eksemplar. Dari 16 buku Solo yang beliau tuliskan memang rata-rata bergenre buku motivasi dengan tema utama Man Jadda Wajada.

Satu lagi biar tambah semangat bapak Ibu sekalian, karena menulis ini beliau baru keliling ke 33 provinsi di Indonesia menyebarkan semangat Man Jadda Wajada. Mohon doanya bisa khatam keliling 38 provinsi di Indonesia. Dulu tinggal satu provinsi Papua sekarang jadi Papua dan keluarganya.

KRITERIA BUKU YANG BAGUS
1. Buku itu mempunyai keunikan atau kalau bisa keunggulan dibandingkan dengan buku sejenis. Penulis harus bisa menjawab pertanyaan: 
"Apa perbedaan buku ini dengan buku sejenis yang sudah ada di pasaran?"
"Sebutkan 10 alasan mengapa orang harus membeli buku anda". 
Kalau dua hal di atas bisa dijawab dengan jelas itu tanda-tanda bahwa buku kita berkualitas. 

2. Buku ditulis dengan target pembaca yang jelas. Sebelum menulis tentukan dahulu siapa audiens yang akan membaca buku kita. Pengalaman beliau, beliau membagi buku Man Jadda Wajada ke dalam beberapa seri'
- Man Jadda Wajada untuk dewasa.
- Man Jadda Wajada fortin untuk motivasi remaja
- berwirausaha modal Man Jadda Wajada untuk calon pengusaha
- UKTUB': panduan buku menulis dalam 180 hari untuk para penulis pemula
- Ketika Sukses berawal dari pesantren untuk para santri dan santriwati.
Dengan target audience yang jelas akan memudahkan kita dalam menulis dan mempromosikan buku kita. 

3. Ditulis dengan bahasa sesuai dengan target pembaca. Ada buku-buku yang ditulis dengan bahasa ngepop, bahasa ilmiah, dan sebagainya. Buku saya kebanyakan ditulis dengan bahasa ngepop karena saya pengen buku saya ringan untuk dibaca tapi isinya cukup mendalam dan bisa dipraktikkan.

PENGERTIAN PROMOSI BUKU
Kalau sudah produk buku yang bagus maka akan lebih mudah kita mempromosikan buku kita. Promosi pada dasarnya adalah program untuk mengkomunikasikan buku kita kepada target audiens kita. Promosi adalah bentuk lain dari komunikasi. Tujuan pertama promosi adalah mengenalkan buku kita. Kalau orang sudah kenal langkah selanjutnya adalah membuat mereka tertarik dengan buku kita. Kalau sudah tertarik Bagaimana caranya mereka mau membeli buku kita. Tahapannya begitu, bagaimana orang mau beli buku kalau mereka tidak kenal? Promosi buku biasanya dilakukan oleh penerbit. Salah satu promosi yang paling efektif adalah dengan memajang buku di rak-rak buku di toko buku yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun tentu saja karena tempat untuk memajang ini terbatas, biasanya rak-rak buku hanya memajang buku-buku yang laku. Jika dalam 3 bulan tidak ada pembelian buku maka buku itu akan ditarik dari rak buku. Nah kita sebagai penulis apa yang bisa dilakukan untuk membantu mempromosikan buku yang kita tulis?

PROGRAM PROMOSI
1. Launching Buku. 
Program launching buku adalah program memperkenalkan buku kita pada saat pertama kali terbit. Biasanya program launching buku ini dilakukan secara tatap muka di ruangan-ruangan, aula, kelas, dan di berbagai tempat lainnya. Launching buku ini sangat penting untuk memperkenalkan bahwa kita sudah menerbitkan buku kita. Pada zaman sekarang ini, launching buku bisa dilakukan secara lebih mudah. Lakukanlah launching buku secara online dengan fasilitas Zoom, Google Meet, dan berbagai fasilitas online meeting lainnya. Jika buku anda sudah terbit, undanglah beberapa orang kawan anda dan juga teman-teman di Facebook Instagram dan media sosial lainnya untuk mengikuti launching buku secara online. Launching buku secara online ini murah meriah dan cukup efektif untuk memperkenalkan buku kita.

2. Seminar, Pelatihan, Bedah Buku. 
Hampir semua buku saya, saya jadikan sebagai modul seminar atau pelatihan. Jadi yang saya tawarkan ke mana-mana ke berbagai lembaga adalah seminar motivasi, seminar menulis, seminar mengajar, seminar berwirausaha, dan sebagainya sesuai dengan tema buku saya. Kalau kita menawarkan seminar atau pelatihan secara umum maka yang akan hadir tidak hanya orang-orang yang suka membaca buku, tetapi bisa juga dihadiri oleh audience secara umum. Baru pada saat dan selesai seminar, kita informasikan bahwa materi seminar ada pada buku kita. Ketika seminar atau pelatihan kita menarik, maka akan banyak audiens yang tertarik dengan buku kita. Apalagi kalau kita tambahkan bonus tanda tangan asli pada saat mereka membeli buku, tentu akan menjadi nilai tambah yang menarik. Berbagai perpustakaan baik perpustakaan sekolah, lembaga sosial maupun perpustakaan daerah sering mengadakan acara bedah buku. Ajukan surat resmi kepada mereka agar buku kita termasuk buku yang dibedah. Dengan demikian acara ini akan menjadi salah satu ajang promosi buku kita.

3. Berjualan di Market place
Buku kita harus ada di marketplace agar orang mudah melakukan pembelian secara online. Cukup banyak marketplace di Indonesia diantaranya ada Lazada, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Shopee, dan sebagainya. Bukalah akun dan mulailah berjualan di sana. Setidaknya kalau orang mau beli mereka tahu ke mana mereka harus membeli. Membuka toko buku di marketplace ini sangat penting karena sekarang ini zamannya belanja secara online. Sebagai penulis Kita harus mengikuti trend ini. Kalau buku kita tidak ditemukan secara online mereka akan kesulitan mencari buku-buku kita.

4. Memanfaatkan Media Sosial. 
Salah satu cara paling efektif sekarang ini adalah dengan memanfaatkan media sosial yang kita punya mulai dari WA, Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, Tiktok dan sebagainya. Bagaimana caranya memanfaatkan media sosial?
- Buatlah story setiap hari: update status di WA, Facebook story, insta story, Reel dan juga Tiktok. 
- Buatlah status tentang buku kita, apa saja. Bisa tentang covernya, bisa tentang isinya, pokoknya apa saja terkait buku kita. 
- Minta orang menuliskan testimoni lalu kita upload di media sosial kita. Kalau orang tidak tahu testimoni apa yang harus dituliskan boleh juga draft testimoninya kita ajukan tinggal minta persetujuan mereka.
- Kaitkan foto sehari-hari, kegiatan sehari-hari, kejadian sehari-hari, dengan buku kita.
- Meminta orang untuk membuat video dengan memegang buku kita dan bercerita sedikit 30 detik tentang buku kita.
- Buatlah foto atau cuplikan isi buku kita dan taruhlah sebagai status. Sedikit-sedikit saja setiap hari yang penting konsisten dan terus-menerus. Jangan terlalu banyak juga, nanti orang bingung karena kebanyakan pesan. 
- Jangan lupa cantumkan selalu nomor yang bisa dihubungi apakah inbox di Facebook Instagram ataupun nomor WA. 
- Buatlah video pendek terkait buku kita. Sekarang ini orang lebih suka melihat video dibandingkan hanya dengan tulisan.

Yang paling penting setelah ini adalah praktik-praktik dan praktik. Teorinya nggak perlu banyak-banyak yang penting praktiknya yang banyak. Silakan dicoba semua teknik promosi yang sudah saya jabarkan di atas. Teman-teman juga bisa menggunakan program promosi teman-teman sendiri. Yang paling penting itu terus menerus dan konsisten. Kalau baru promosi sekali terus mengharapkan langsung banyak lagu yang nggak bisa. Tiap hari aja promosi nanti hasilnya beberapa bulan ke depan baru akan terlihat. Jadi perlu untuk terus konsisten dan istiqomah. Kalau belum terlihat hasilnya lakukan terus saja nanti juga orang akan tahu kalau tertarik dan mau membeli buku kita.

DISKUSI
1. Sebagai penulis yg sangat baru da  pemula sekali. selain konten yang bagus, bagaimana cara paling efektif agar promosi buku yg kita karyakan mampu menjadi best seller, mengingat sbg new comer baik secara teknis, relasi blm bahkan tidak punya?

Pertama perbaiki tulisan dengan terus latihan dan latihan. Tiap hari harus terus menulis, luangkan waktu 30 sampai 60 menit setiap hari untuk menulis. Lama-lama nanti tulisan kita akan semakin bagus dan kita punya biaya tulisan kita sendiri. Kalau sudah punya gaya tulisan sendiri akan lebih enak kita memasarkan buku kita. Kuncinya latihan latihan, disiplin disiplin disiplin. 

Kedua bangun relasi. Mulailah bersilaturahim dengan sebanyak-banyaknya orang. Semakin banyak kita bersilaturahim sebanyak itulah lingkaran rezeki yang akan kita terima. Termasuk dalam hal menulis semakin banyak teman semakin bagus. jangan mengharapkan mereka menolong terlebih dahulu, mulailah dengan memberi. Memberi ilmu memberi informasi memberi pertolongan dan sebagainya. 

Ketiga manfaatkanlah media sosial yang kita punya. Jangan sampai kita melihat Tik tok seharian, bertahun-tahun lamanya, tapi tidak pernah menghasilkan dari Tik tok. Setiap hari kita memelototi instastory dari para artis selebriti, tetapi kita tidak pernah menjadi produktif dengan Instagram kita. Puluhan tahun kita punya Facebook jangan sampai hanya untuk update status tentang keluhan-keluhan kita. Mulailah berpikir bagaimana kita membuat update status yang produktif dan menghasilkan. Pasti bisa, yang penting kita mau terus belajar, buka hati dan membuka diri. Bahkan bisa jadi kita harus belajar dari anak-anak muda yang menjadi murid-murid kita bagaimana caranya menghasilkan uang dari media sosial kita. Buat challenge ke anak-anak, buat kompetisi Bagaimana cara membuat buku Pak Taufan ini laku lewat Facebook atau Instagram. Jadi mereka tertantang dan saling menguntungkan. Yang penting kita kreatif saja dan mau terus belajar. 

2. Bolehkah menulis buku yang judulnya sudah ada di beberapa toko buku? Bolehkah menulis buku dengan mengambil sumber berbagai buku?

- Untuk menghindari kesamaan judul buku, biasanya dikasih anak judul.  Contoh: buku saya judulnya Man Jadda Wajada: the art of excellent life. Boleh saja mengajukan judul misalnya: Man Jadda Wajada: kumpulan kisah hebatku. Kalau narasumber lebih suka mencari judul yang belum ada.

- Kita boleh mengambil bahan-bahan dari berbagai sumber yang penting dicantumkan siapa yang menulis dan dari mana tulisan itu diambil. Tulisan saya juga sering mengutip dari banyak orang. Tidak apa-apa yang penting kita sebutkan sumbernya. Yang tidak boleh adalah mengambil dari buku atau tulisan orang lain tetapi tidak menyebutkan bahwa kita mengambilnya dari orang lain jadi seakan-akan itu adalah hasil tulisan kita. Itulah yang disebut menjiplak. Tidak boleh.

3. 
- Bagaimana cerita dari awal tentang buku Man Jadda Wa Jada bisa diterbitkan oleh penerbit Gramedia? Mengingat waktu itu Bpk Akbar baru menulis buku pertama, yg berarti belum terkenal ya Pak
- Royalti 10% itu diberikan jika sudah laku berapa eksemplar ?
- Bagaimana cara pembimbingan yg diberikan Bpk kepada 12 penulis tsb, meliputi apa sj?
- Untuk buku kumpylan puisi, hal apa yg dapat dibuat agar menarik dan berbeda dengan yg lain?

Memang benar saat itu saya belum terkenal, dan mungkin hanya teman-teman saya yang tahu saya. Saya yakin saja. Tapi memang saya sudah latihan menulis sangat panjang sebelum itu. Sebelum menulis buku saya sering Menulis artikel di blog. Akhirnya itu yang membuat tulisan saya menjadi enak dibaca. Jadi walaupun itu buku pertama saya tapi memang perjalanan latihan menulis Saya sudah bertahun-tahun sebelumnya. Waktu itu saya ditanya sama penerbit Gramedia, Pak Akbar kalau Buku ini kami terbitkan berapa kira-kira target Pak Akbar? Saya jawab waktu itu sebenarnya agak ngasal aja: 50.000 eksemplar. Alhamdulillah terpenuhi. Terus latihan setelah itu yakin saja. 

Royalti dikirim setiap 6 bulan sekali. Royalti itu ditransfer dari hasil buku yang sudah terjual, bukan yang dicetak atau diedarkan. 

Sederhananya kita buat outline bersama, terus penulis mengirimkan tulisannya berdasarkan outline tersebut seminggu sekali satu artikel. Targetnya 8 bulan jadi satu buku. Silakan japri. 

Saya belum pernah menulis puisi, jadi penulis sendiri yang harus memikirkan Bagaimana caranya buku ini berbeda dibandingkan dengan buku sejenis di pasaran. 

4. Dalam konteks seminar, pelatihan, dan bedah buku, bagaimana cara Anda menjadikan buku sebagai modul acara yang menarik minat audience yang lebih luas?

Buku saya buat praktis dan sederhana sehingga mudah dijadikan sebagai modul pelatihan. Biasanya saya selaraskan dulu outline buku tersebut dengan materi pelatihan yang akan saya lakukan. Contoh ini kasus saya yang paling baru. Saya menulis buku judulnya 8 kunci sukses santri dan santriwati. Buku ini memang Saya tunjukkan buat para santri. Materi dari buku ini saya buat secara khusus menyesuaikan dengan seminar motivasi yang saya berikan untuk para santri. Sehingga selesai seminar saya tinggal bilang bahwa seluruh materi tadi ada pada buku saya. Jadi mulailah dengan outline yang disesuaikan dengan materi seminar. Di situ dikembangkan tulisannya semenarik mungkin. Sesuaikan dengan target audience dari sisi bahasa dan tampilan buku. 

5. Kalo kita mau mempromosikannya karya kita apakah dengan  diskusi bersama, bedah buku, ato mempromosikan di media sosial. Dari pemahaman saya pasti karya kita bagus. Namun bagaimana kita mengukur karya kita bagus. Ato masih banyak perlu diperbaiki. Sampai hari ini hanya saya timbun beberapa tulisan saya Krn saya merasa belum Bagus.

Pertama yakin saja bahwa tulisan kita bagus. Kalau kita tidak pernah yakin maka selamanya tidak akan pernah menjadi bagus. Mungkin buku saya yang pertama itu diterima penerbit karena keyakinan saya yang kuat. Setiap buku yang terbit pasti ada kekurangannya. Kalau kita menunggu sempurna maka tidak akan pernah terbit buku kita. Karena itu, terbitkan saja. Kalau kita merasa ada kekurangan dalam buku yang sudah kita terbitkan tinggal kita perbaiki pada terbitan berikutnya atau kita tulis lagi judul berikutnya yang sebelumnya kita rasa kurang. Saya banyak merasa buku Man Jadda Wajada yang pertama itu banyak kekurangannya. Tapi ya sudah, saya ajukan dan terbitkan saja. 

Berbagai kekurangan itu kemudian saya lampiaskan dalam tulisan-tulisan pada buku-buku berikutnya. Akhirnya jadi bertambah banyak buku saya. Kita itu sebagai penulis tugas kita adalah terus menulis. Kalau sudah ada tulisan kita, kirim ke penerbit. Kalau misalnya ditolak penerbit kita perbaiki, kirim ke penerbit yang lain. Atau kita terbitkan sendiri. Setelah buku kita terbit tidak perlu terlalu dipikirkan. Tugas kita adalah menulis lagi Dan lagi. Menulis saja sebanyak-banyaknya, kirim lagi ke penerbit sambil terus berdoa mudah-mudahan bisa diterima. Sambil kita kirim tulisan ke penerbit tugas kita sebagai penulis adalah menulis lagi naskah buku berikutnya. Begitu seterusnya. Tidak perlu khawatir bahwa apa yang kita tulis itu tidak berguna. Pasti akan berguna. 

Saya terbiasa menulis di blog Kompasiana. Draft buku saya banyak saya tuliskan di sana. Saya terpacu untuk terus menulis setiap hari lalu saya upload di sana. Suatu saat artikel sudah sesuai dengan outline yang sudah saya buat, saya review lagi dari awal sampai akhir seluruh tulisan saya. Jadilah buku. Begitu caranya. Tugas kita terus menulis, menulis, dan menulis. Pasti tulisan kita akan berkembang dan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. 


Menulis itu tentang disiplin latihan setiap hari. Luangkan waktu 30 sampai 60 menit setiap hari untuk menulis. Setiap hari. Disiplin inilah yang akan membuat kita berhasil. Kalau tidak bisa mendisiplinkan diri sendiri jangan pernah berharap bisa menjadi penulis yang hebat. Yang penting itu bukan ikut pelatihannya, tetapi setelah pelatihan bisakah kita mendisiplinkan diri setiap hari untuk menulis. Disiplin disiplin dan disiplin. 

MENULIS BIOGRAFI

Sunday, December 24, 2023

  Pertemuan ke-28
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Senin, 18 Desember 2023


Senin, 18 Desember 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-28. Tema kelas malam ini yaitu MENULIS BIOGRAFI bersama narasumber Lely Suryani, S.Pd. SD. melalui daring via WA Group KBMN pukul 19.00 WIB.

Biografi berasal dari Bahasa Yunani, bios yang berarti hidup dan grafien yang berarti menulis. Biografi terjadi dari dua kata yaitu bio yang artinya hidup dan graf yang berarti tulisan. Apakah arti biografi jadi tulisan hidup?

Arti dari biografi adalah tulisan tentang kehidupan. Menurut WJ.S. Poerwadarminta dalam buku Kamus Umum Bahasa Indonesia, biografi berarti riwayat hidup, sedangkan menurut KBBI daring  bahwa biografi adalah tulisan tentang seseorang yang ditulis oleh orang lain.

Mengapa biografi harus ditulis oleh orang lain? Karena jika riwayat hidup seseorang ditulis oleh dirinya sendiri, itu yang dinamakan dengan autobiografi. 

Jadi, jelas 'kan? Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain, sedangkan autobiografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis sendiri oleh orang yang bersangkutan. Penulisnya jelas mengalami perjalanan hidup yang ditulisnya.


MANFAAT MENULIS BIOGRAFI
1. Sebagai inspirasi
Berkaitan dengan tokoh yang ditulis, setelah diketahui dari awal hingga pencapaianya, itu semua butuh perjuangan. Memerlukan kerja keras dan pengorbanan.

2. Sebagai motivasi
Dengan menulis biografi seorang tokoh bisa untuk memotivasi diri, agar lebih kuat lagi berusaha agar bisa sukses.

STRUKTUR BIOGRAFI
1. Orientasi.
Berisi tentang kisah yang memberikan informasi tentang latar belakang kisah/peristiwa, juga berkaitan dengan kapan, siapa, dimana dan bagaimana.

2. Peristiwa penting (important event, record of event)
Berisi tentang rangkaian peristiwa yang disusun secara urut sesuai waktu atau kronologisnya yang meliputi peristiwa-peristiwa penting sang tokoh.

3. Reorientasi
Berisi kesimpulan dari peristiwa yang dialami oleh tokohnya. Namun, untuk struktur ini, sifatnya tidak wajib. Artinya, boleh digunakan atau boleh tidak digunakan pada penulisan biografi.

LANGKAH-LANGKAH SISTEMATIS DAN EFEKTIF MENULIS BIOGRAFI
1. Pemilihan Tokoh:Pilih tokoh yang akan ditulis dengan hati-hati, pastikan kecocokan serta kepentingan dari sudut pandang pribadi atau publik.

2. Izin dan Etika:Pastikan izin dari tokoh atau keluarga dekatnya sebelum memulai proses penulisan. Ini tidak hanya menghormati privasi tokoh, tetapi juga menjaga etika dalam penulisan biografi.

3. Pengumpulan Sumber Data:Kumpulkan data dari sumber yang valid dan lengkap tentang kehidupan tokoh. Pastikan kebenaran informasi yang diperoleh.

4. Penyusunan Berurutan:Susun narasi secara kronologis, mulai dari masa kecil hingga pencapaian terbesar. Ini membantu pembaca memahami perjalanan hidup tokoh secara menyeluruh.

5. Komunikasi Intensif:Lakukan komunikasi terus-menerus dengan tokoh atau keluarganya untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian isi biografi. Setiap bagian yang ditulis harus mendapat persetujuan mereka.

6. Pemeriksaan Kembali:Setelah biografi selesai, lakukan revisi menyeluruh dari awal hingga akhir untuk memastikan keseluruhan cerita konsisten dan akurat.

7. Publikasi:Terbitkan biografi dalam bentuk buku cetak atau ebook agar pesan inspiratif dari tokoh tersebut dapat tersebar dan memberikan manfaat kepada pembaca.

BERPRESTASI DAN GO INTERNASIONAL BERKAH MENULIS

 Pertemuan ke-27
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Jumat, 15 Desember 2023


Jumat, 15 Desember 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-27. Tema kelas malam ini yaitu BERPRESTASI DAN GO INTERNASIONAL BERKAH MENULIS bersama narasumber Rita Wati, M.Kom. melalui daring via WA Group KBMN pukul 19.00 WIB.


Beliau sudah menjadi narasumber dimana-mana:
- Narasumber Nasional Kegiatan Belajar Menulis Gel 16-28 (PGRI )
- Narasumber Komunitas Cakrawala Blogger Nasional.
- Narasumber Nasional Workshop Pembuatan Blog Untuk Pemula session 1 & 2 Komunitas AISEI Writing Club.
- Narasumber Seminar Nasional Komunitas Guru Pena
- Narasumber Nasional Public Speaking for Teacher (PGRI)
- Narasumber Nasional Guru Motivator Literasi Digital (GMLD)
- Narasumber Nasional Komunitas Menulis Sagusapop
- Narasumber Nasional NGUPING SATUGURU (PANDI & SATUGURU)
- Narasumber Nasional LKP HARVEST
- Narasumber Pelatihan Menulis YAPI (Mahasiswa Asrama YAPI Jakarta)
- Narasumber (ICMI Orda Jembrana)
- Narasumber Nasional Kelas Inovasi (PGRI)

Luar biasa beliau ini sudah banyak tulisannya yang Go internasional. Banyak prestasi prestasi yang telah diukir diantaranya prestasi tahun 2023:
- Juara harapan 2 Photo Competition IndiHome
- Penerima Penghargaan Muhammadiyah Jembrana Achievement
- Participant ALCoB ICT 2023
- Juara Harapan Lomba Blog Home Credit
- Penerima Satya Lencana Wisudawati Terbaik Jenjang Pasca Sarjana Universitas Amikom Yogyakarta
- Top 5 Guru Inovatif Tingkat Provinsi Bali
- Juara 1 Guru Prestasi dalam rangka HUT PGRI Kab. Jembrana
- Pemenang Sayembara Video Cerita DTSku Adarakarya 2023 BPSDM Kominfo Yogyakarta

Prestasi prestasi di atas merupakan bukti bahwa penulis mampu melejitkan prestasi. Menurut beliau karya melejit sejak berhabung di gruop KBMN. Semenjak itu ia banyak memperoleh penghargaan.


Beliau selesai belajar dari KBMN gel 10 berhasil menerbitkan buku 25 trik jitu menulis dan menerbitkan buku. 


Beberapa buku solo beliau lainnya:
- Merajut Asa Sejak Belia
- 25 Tutorial Pembelajaran Daring dan Luring
- Tiara
- Mengejar Mimipi (Perjalanan Hidup Anak Nusakambangan Menjadi Direktur Eksekutif Bank Indonesia (Menulis Biografi)

Beberapa buku Antologi beliau:
- Bunga Rampai (Mengatasi Learningloss) Kemendikbudristek
- Pena Digital Guru Milenial
- Pesona Kearifan Lokal Nusantara
- The Meaning Full True Stories (Kisah Inspirasi Penggugah Jiwa) Kurator
- Senandung Guru Jilid 1 (Kurator)
- Senandung Guru Jilid 2 (Kurator)
- Kurikulum Ngumpet
- Pesona Nusantara (Kurator)
- Sejuta Pesona Nusantara (Kurator)
- Membongkar Rahasia Menulis Ala Guru Blogger
- Bunga Rampai Pezona Litetasi

Selesai menulis beliau mulai mencoba mengikuti kompetisi blog. Alhamdulillah bisa meraih juara satu lomba blog di Indihome tingkat nasional dari ribuan naskah di blog itu suatu prestasi yang tidak pernah beliau duga. Jujur kompetisi blog umum itu luar biasa sulitnya karena para blogger nya sudah expert semua.

Setelah merambah ke kompetisi blog beliau mulai mengikuti kompetisi lainnya sayembara video maupun video pembelajaran. Alhamdulillah minggu lalu beliau menjadi pemenang sayembara video DTS Adarakarya 2023 yang diselenggarakan oleh BPSDM Kominfo Yogyakarta https://www.instagram.com/reel/C0V1bt1L3YL/?igshid=MTc4MmM1YmI2Ng==. Tidak menyangka dari sekian banyak peserta hanya 1 yang dipilih menjadi pemenang. 

Selain mengikuti kompetisi beliau ulai merlirik beasiswa LPDP. Alhamdulilah tahun 2022 beliau menjadi peserta CS50x Harvard University dan sekarang berkesempatan menjadi pendamping peserta tahun 2023 yang SK nya langsung dari GTK Kemendikbud. Tahun 2022 dan 2023 saya juga bekesempatan menjadi peserta ALCoB Volunteer kerjsanama Kemendikbud dengan Kementrian Pendidikan Korea Selatan. Semua tidak lepas dari pendaftaran kemudian pengisian essay.

MANFAAT MENULIS
1. Meredakan stres
2. Memecahkan masalah dengan lebih baik
3. Menuangkan perasaan sesuai keinginan
4. Memperbaiki suasana hati
5. Meningkatkan daya ingat

TUJUAN MENULIS
1. Sekedar ingin belajar.
2. Terpaksa (sebagai tugas kuliah, sebagai persyaratan naik pangkat).
3. Hobi.
4. Meningkatkan prestice.
5. Tambahan penghasilan.

TIPS MENULIS
1. Menulislah topik yang disenangi
2. Kuasai diri sendiri
3. Tulis semua ide yang muncul
4. Buat judul yang menarik
5. Fokus pada topik pembahasan
6. Perbanyak baca buku sejenis
7. Sering sering berlatih
8. Pilih diksi yang tepat
9. Sisipi dengan perumpamaan
10. Melakukan riset
11. Ekspresi dan emosi di dalam tulisan.

KONSEP MENULIS
5W 1H (What, Where, Why, When, Who and How)

TIPS DAN TRIK MENULIS
1. Menemukan gaya dan keunikan dalam menulis.
2. Mengembangkan keterampilan menulis.
3. Belajar Teknik Menulis yang efektif.
4. Mengatasi hambatan dan kegagalan.
5. Menerima kritik dan rejection sebagian bagian dari proses.

GO Internasional
1. Menggunakan teknologi untuk jangkauan global.
2. Memanfaatkan internet untuk menjangkau pembaca di seluruh dunia.
3. Menerbitkan buku atau membut jurnal.
4. Menggunakan bahasa yang universal.
5. Menggunakan media Sosial.

Berkah Menulis
1. Menginspirasi dan mempengaruhi. Bagaimana tulisan yang kuat dapat menginspirasi, mengubah pandangan dan Menggunakan tindakan.
2. Memperluas wawasan dan pengetahuan.
3. Mendapatkan pengakuan dan penghasilan Internasional. Pengajuan dan penghasilan Internasional sebagai hasil dari dedikasi terhadap menulis.
4. Mempengaruhi pada karier dan reputasi menulis. Mendapat undangan untuk menulis dan menjadi narasumber.

DISKUSI
1. Ketika kita mendapat tawaran alhamdulillah berati kita sudah di anggap mumpuni. AI memang sedang merajalela seorang penulis sejatinya jika ingin dianggap karya tulisan itu miliknya maka harus ditulis sendiri dengan berbagai referensi dan research yang dilakukan. untuk pemanfaatan AI jika digunakan sebagai pemancing ide it's ok tapi jika untuk dipakai secara keseluruhan tentu saja menyalahi aturan.

2. Untuk membuat ide yang indah itu  harus rajin membaca, seraching referensi dan research kemudian menulislah mengalir apa adanya kemudian jika selesai baca berulang dan ;lakukan editing. Untuk lomba blog bisa searching di google contoh lomba blog bulan desember 2023 atau search di ig atau fb. manajemen waktu yang bisa mengatur hanya kita sendiri bu tahun lalu narasumber mengikuti cs50 harvard  kelas malam, sore saya kuliah S2 dan pagi sampai siang saya mengajar dengan segala tugas tambahan alhamdulillah semua dapat terselesaikan dengan baik dan berkesempatan menjadi wisudawati terbaik jenjang, cs50 lulus dengan with honor, pointnya dahulukan yang utama.

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE

  Pertemuan ke-26
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Rabu, 13 Desember 2023


Rabu, 13 Desember 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-26. Tema kelas malam ini yaitu MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH DI PENERBIT INDIE bersama narasumber Raimundus Brian Prasetyawan, S.Pd. melalui daring via WA Group KBMN pukul 19.00 WIB.

Seperti yang kita ketahui, syarat pelatihan ini bukan 30 resume saja. Tapi juga menerbitkan buku solo. Sangat pas malam ini temanya adalah menerbitkan buku semakin mudah di Penerbit Indie. Materi malam ini disediakan agar bapak/ibu memiliki pandangan/wawasan menerbitkan buku. Agar saat menjalani proses penerbitan buku tidak mengalami pengalaman kurang menyenangkan dan agar tidak menemui hambatan. Perlu dipahami, pada pelatihan ini bapak/ibu berjalan sendiri dalam membuat buku solo. Bapak/ibu menghubungi sendiri penerbitnya dan ikuti panduan/ketentuan dari penerbit tersebut. Disisi lain mungkin ini pengalaman pertama bapak/ibu membuat buku. Maka pertemuan malam ini membantu bapak/ibu agar bisa menjalani langkah menerbitkan buku.

Menerbitkan buku sekarang ini semakin mudah karena ada penerbit indie yang menerima naskah tanpa seleksi. Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang ada itu hanya penerbit mayor seperti Gramedia, Grasindo, Erlangga, Elex media, Andi, dll.

Penerbit mayor menerapkan seleksi naskah, sehingga belum tentu naskah kita diterima. Memang itu dilakukan agar penerbit mayor mendapat naskah yang benar-benar berkualitas dan diperkirakan akan laku dipasaran. Tahap seleksi naskah menjadi tantangan untuk bisa menembus penerbit mayor. Penulis harus berjuang mencoba mengirim naskah ke beberapa penerbit hingga bisa diterima oleh suatu penerbit mayor. Penolakan naskah menjadi makanan sehari-hari penulis. Ketika naskah diterima pun proses penerbitannya sangat lama.

Kini ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut:
Naskah pasti diterbitkan ✅
Proses penerbitan mudah dan cepat ✅

Menerbitkan di penerbit mayor bisa lebih dari setahun prosesnya. Kalau di penerbit Indie dalam hitungan bulan saja. Saya bukan bermaksud bahwa penerbit indie itu lebih baik. Indie maupun mayor punya kelebihan dan kekurangan. Maksud saya adalah menggunakan jasa penerbit indie maupun mayor perlu waktu yang tepat untuk penulis Menurut saya seperti ini: Untuk penulis pemula yang baru pertama kali akan menerbitkan buku, bisa dicoba mengawali di penerbit indie. Jika bukunya cepat terbit akan menjaga semangat menulis. Akan ada waktunya kita perlu merasa upgrade jika sudah sering menerbitkan di penerbit indie. Tentu kita perlu tantangan lagi dalam menulis. Barulah penerbit mayor tepat untuk penulis yang ingin upgrade.


Beruntung di KBMN PGRI kita juga punya narasumber Prof. Eko Indrajit yang bisa membantu kita untuk tembus ke penerbit Mayor yaitu Penerbit Andi. Jadi begitulah penerbit Indie dan mayor saling mendukung untuk para penulis. Mari simak lebih lanjut ciri-ciri penerbit indie. Bagi penulis pemula tentu penerbit indie menjadi solusi untuk bisa mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri.

Memang kalau di penerbit indie, kita perlu keluar biaya-biaya untuk mendapat fasilitas penerbitan, atau jika ingin cetak ulang. Tapi itu memang konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang memuaskan. Saya sendiri sudah menerbitkan 3 buku solo. Semuanya di penerbit Indie.

Penerbit Indie ada banyak. Silakan bapak/ibu memilih penerbit berdasarkan selera/kondisi masing-masing. Sebagai tips, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan penerbit indie
● Biaya penerbitan
● Fasilitas penerbitan yang di dapat penulis
● Batas maksimal jumlah halaman
● Ketentuan dan Biaya cetak ulang
● Apakah dapat Master PDF
● Jumlah buku yang didapat penulis


Narasumber disini membantu bapak/ibu menghubungkan ke penerbit yang sudah terpercaya dan terjamin kualitasnya. Sejak Juli 2020 saya membantu peserta KBMN memilihkan dan menghubungkan ke penerbit. Mengapa saya membantu mengubungkan bapak/ibu ke penerbit indie ? Jadi bapak/ibu tidak merasa sendirian dalam proses penerbitan buku. Ada saya yang mendampingi dan menjawab berbagai pertanyaan seputar proses penerbitan. Sehingga bapak/ibu merasa tenang bahwa buku pasti akan terbit. Saat itu (Juli 2020) saya melihat bapak/ibu peserta yang belum tahu mau menerbitkan buku dimana. Saya sering juga mendapat cerita kasus hambatan yang dialami peserta KBMN dalam menerbitkan buku yaitu:
- biaya mahal
- biaya murah bahkan gratis diawal, namun jadi mahal akhirnya
- ketidakjelasan nasib naskah setelah berbulan-bulan
- ketentuan berubah2 tidak sesuai dengan di awal.
- ada ketentuan yang tidak disampaikan di awal

Melihat kasus-kasus tersebut maka saya membantu bapak/ibu memilihkan penerbit yang sudah terpercaya dengan harga terjangkau dan mengawal sampai naskah terbit menjadi buku. Biaya 400.000 saja. Penulis dapat 2 buku, saya sampaikan daya tarik penerbit ini
1. Biaya terjangkau, tidak perlu sampai jutaan rupiah
2. Jumlah maksimal halaman sangat banyak yaitu 280 hal A5. Jadi bapak/ibu tidak kena biaya tambahan halaman walaupun bukunya setebal 280 halaman A5.
3. Penerbit ini menjualkan buku terbitannya di tokopedia dan shopee. Pesan dari saya, menerbitkan buku perlu waktu untuk proses terbit. Bukan seperti fotokopi yang sehari jadi. Jadi jangan minta ada deadline kapan buku harus terbit. Misalkan karena untuk kenaikan pangkat, buku diminta agar terbit secepatnya.


Silakan bapak/ibu perhitungkan waktu proses penerbitan sampai 3 bulan jika ISBN, Karena ISBN sekarang prosesnya ketat. Jangan lupa naskah buku juga disertai kelengkapan naskah yaitu:
1. Cover ( judul buku dan nama penulis saja),
2. Prakata,
3. Kata Pengantar (tidak wajib)
4. Daftar isi (tanpa nomor halaman),
5. Profil penulis,
6. Sinopsis
7. Prakata wajib ada dan ditulis oleh penulis sendiri. Kata Pengantar ditulis oleh orang lain dan tidak wajib ada. Kelengkapan naskah jangan dipisah-pisah menjadi beberapa file word. Semua digabung dalam 1 file word bersama isi naskahnya.

DISKUSI
1. Penerbit indie juga bisa ISBN asalkan berupa buku solo.

2. Minimal 20 resume. Penerbit ada editor tapi hanya mengecek kesalahan/kekurangan yang sangat terlihat jelas, tidak mengedit terlalu mendalam. Jadi sangat disarankan penulis untuk ikut swasunting sebelum mengirim ke penerbit. Jangan sampai banyak typo tapi dikirim ke penerbit.

MENULIS PUISI

  Pertemuan ke-25
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Senin, 11 Desember 2023


Senin, 11 Desember 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-25.  Tema kelas malam ini yaitu MENULIS PUISI bersama narasumber Dr. Hj. E. Hasanah, M.Pd. melalui daring via WA Group KBMN pukul 19.00 WIB.



Pengertian Puisi Menurut KBBI
1. Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait;

2. Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus;

3.Sajak;

o   -- bebas puisi yang tidak terikat oleh rima dan matra, dan tidak terikat oleh jumlah larik dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap larik;

o   -- berpola puisi yang mencakupi jenis sajak yang susunan lariknya berupa bentuk geometris, seperti belah ketupat, jajaran genjang, bulat telur, tanda tanya, tanda seru, ataupun bentuk lain;

o   -- dramatik sas puisi yang memiliki persyaratan dramatik yang menekankan tikaian emosional atau situasi yang tegang;

o   -- lama puisi yang belum dipengaruhi oleh puisi barat, seperti pantun, gurindam, syair, mantra, dan bidal;

o   -- mbeling sajak ringan yang tujuannya membebaskan rasa tertekan, gelisah, dan tegang; sajak main-main;


Struktur Fisik Puisi (Unsur wujud)

1.       Bentuk:  Berbentuk baris - bait

2.       Diksi: Pemilihan kata indah & memiliki kekuatan makna

3.       Majas: Bahasa kias untuk mengungkapkan isi hati penyair

4.       Rima: Persamaan bunyi di baris/akhir baris untuk memunculkan keindahan bunyi 


Jenis Puisi Baru

       Balada, yaitu puisi berisi kisah/cerita.

       Himne, adalah puisi pujaan untuk menghormati tuhan, seorang pahlawan, atau tanah air.

   Ode, adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi bersifat menyanjung terhadap pribadi tertentu.

       Epigram, yaitu puisi yang berisi tuntunan /ajaran hidup.

       Romansa, adalah puisi yang birisi luapan cinta kasih.

       Elegi, adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.

       Satire, yaitu puisi yang berisi sindiran/kritik.


Ciri-ciri Puisi Baru

       Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama)

       Persajakan akhir yang teratur

       Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain.

       Sebagian besar puisi empat seuntai (baris)


Ciri-ciri Puisi Lama

       Tidak diketahui nama pengarangnya

       Penyampaian dari mulut ke mulut yang merupakan sastra lisan.

       Sangat terikat akan aturan misalnya jumlah baris di tiap bait.


 Jenis Puisi Lama

       Mantra, yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.

         Contoh: mantra untuk mengobati orang dari mahluk halus.

         Sihir lontar pinang lontar

         Terletak diujung bumi

         Setan buta jembalang buta

         Aku sapa tidak berbunyi

       Pantun, adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4 baris, dan di tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan 2 baris berikutnya sebagai isi.

         Contoh: pantun nasihat.

         Sungguh elok emas permata

         Lagi elok intan baiduri

         Sungguh elok budi bahasa

         Jika dihias akhlak terpuji

       Seloka, adalah pantun yang berkait atau bertautan.

Contoh:

       Sudah bertemu kasih sayang

Duduk terkurung malam dan siang

       Hingga setapak tiada renggang

       Tulang sendi habis terguncang

       Talibun, yaitu pantun genap yang setiap barisnya terdiri dari 6, 8 atau 10 baris.

       Contoh:

         Anak orang di padang tarap

         Pergi berjalan ke kebun bunga

         Hendak ke pekan hari tiap senja

         Di sana sirih kami kerekap

         Meskipun daunnya berupa

         Namun rasanya berlain juga


DISKUSI

1. Puisi mantra diyakini oleh orang mengandung unsur magis. Adapun mustajab atau tidaknya tergantung kepada keyakinan orangnya. Klo kita orang Islam (maaf) itu lebih baik berdoa, dg kata2 indah puisi jg dibolehkan.

2. Puisi biasa bisa jadi luar biasa lho Bun. Jika merasa belum istimewa tinggal perhatikan sj keindahan bahasa (diksi), ritme dan irama, efisiensi jg diperhatikan ya, karena puisi itu menggunakan kata2 padat makna. Jg jgn lupa perangkat sastra lainnya. Dalam puisi lama tidak dikenal pengarangnya karena biasanya disampaikan dari mulut ke mulut sehingga hanya isi dan pesan puisinya yg sampai. Kiat agar konsisten dalam menulis itu hanya 3 M lho Bun menulis, menulis, menulis hi hi hi itu mantranya.

3. Menentukan kata2 dalam puisi itu adalah dgn mengenali perbedaan makna denotasi (makna sebenarnya) dan makna konotasi (makna kiasan). Sebaiknya harus mengetahui jg kelas kata seperti kata benda, kata sipat, kata kerja, dll. Selain itu sebaiknya tahu jg kata2 bersinonim dan hubungan kata yg tepat.

MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH

 Pertemuan ke-24
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Jumat, 8 Desember 2023


Jumat, 8 Desember 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-24.  Tema kelas malam ini yaitu MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH bersama narasumber Eko Daryono, S.Kom. melalui daring via WA Group KBMN pukul 19.00 WIB.

Menulis Buku dari Karya Tulis Ilmiah. Tema yang cenderung teoristis dan bikin pusing mengingat tidak ada standarisasi konversi KTI menjadi buku. Terlebih sekarang ada dua model lisensi yakni ISBN dan QRCBN yang tentu saja tuntutan content dalam buku akan berbeda dimana ISBN lebih cenderung ke buku bacaan umum sedangkan QRCBN bisa menyesuaikan dengan isi KTI.

Definsi Karya tulis ilmiah menurut Perka LIPI No 2 /2014 merupakan tulisan perseorangan atau kelompok dari hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian, dan pemikiran sistematis yang yang memenuhi kaidah ilmiah. KTI dapat dibedakan menjadi dua macam yakni KTI nonbuku dan KTI buku.

KTI Nonbuku
KTI bidang akademis untuk mendapatkan gelar -> tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi
KTI hasil penelitian -> PTK, PTS, best practice, makalah, artikel, jurnal
KTI berupa ulasan -> resensi

KTI Buku
Buku Bahan Ajar -> diktat, modul, buku ajar, buku referensi
Buku Pengayaan -> monografi, buku teks, buku pegangan, buku panduan
Buku kompilasi -> bunga rampai, prosiding

Bagi yang ASN guru Karya Tulis Ilmiah yang terdapat dalam buku 4 PKG untuk pengembangan diri yakni:
Publikasi Ilmiah Berupa Hasil Penelitian atau Gagasan Ilmiah Bidang Pendidikan Formal -> Laporan PTK/PTS, Best Practice, Tulisan Ilmiah Populer
Publikasi Buku Teks Pelajaran, Buku Pengayaan, dan Buku Pedoman Guru Karya Inovatif -> Teknologi Tepat Guna, Karya Seni, Membuat/Memodifikasi Alat Pelajaran/Peraga dan Alat Praktikum

Ternyata tidak semua KTI itu berupa buku. Memang secara wujud, PTK, PTS, Tugas Akhir, skripsi, tesis, desertasi itu berupa buku, namun bukan buku. Lebih tepatnya adalah laporan hasil penelitian dan sifat publikasinya pun terbatas. Anatomi KTI umumnya tersusun atas bab-bab dengan penomoran yang struktural sesuai dengan jenis KTI serta institusinya. Babnya pun bersifat formil.

BAGIAN AWAL -> Lembar Pengesahan, Kata Pengantar, Abstraksi, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Lampiran 
BAB I PENDAHULUAN -> Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN TEORETIS -> Tinjauan Pustaka, Hasil Penelitian yang Relevan, Kerangka Pemikiran, Hipotesis (jika diperlukan)
BAB III METODE PENELITIAN -> Jenis Penelitian, Tempat dan Waktu Penelitian, Subjek Penelitian, Data dan Sumber Data, Teknik Validitas Data, Teknik Pengumpulan Data, Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN -> Hasil Penelitian, Pembahasan, Temuan Hasil Penelitian
BAB V PENUTUP  -> Simpulan, Implikasi dan Saran 
BAGIAN AKHIR -> Daftar Pustaka, Lampiran, Bionarasi

Umumnya anatomi KTI seperti itu. Nah apa bedanya anatomi KTI di atas dengan buku? Secara subtansi isi, tidak ada perbedaan isi laporan KTI dengan isi buku hasil konversinya. Karena sejatinya isi buku mencerminkan keseluruhan isi laporan KTI khusus untuk anatomi buku ber-QRCBN karena aturan content yang lebih fleksibel.

Untuk anatomi ISBN, anatomi bukunya memang benar-benar berubah dan nyaris tidak nampak lagi isi KTI-nya karena memang harus dikembangkan menjadi buku bacaan. 

Secara sistematika, tentunya gaya penulisan KTI dengan penulisan buku tentu berbeda. Ada penyesuaian-penyesuaian sistematika KTI yang dikonversi menjadi buku dengan tujuan agar kesannya tidak kaku. Misalnya penomoran tiap sub bab-sub bab.

Secara Bahasa, meski sama-sama ilmiah, hasil konversinya tentu harus dimodifikasi sehingga Bahasa dalam bukunya lebih luwes, bersifat lugas dan tidak lagi mencantumkan kata-kata seperti penelitian ini, peneliti, teman sejawat, penulis.

Lantas bagaimanakah cara mengkonversi laporan KTI menjadi buku?
1. Memodifikasi judul KTI menjadi judul buku
Judul KTI umumnya mengandung unsur : variabel penelitian, objek penelitian, dan seting penelitian (baik tempat maupun waktu). Judul buku hasil konversi harus menarik, unik, mudah diingat, dan mencerminkan isi buku. Kemenarikan judul buku sifatnya subjektif.

Contoh judul KTI : UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENULIS AKSARA JAWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KARTU ARISAN PADA SISWA KELAS V SD NEGERI X TAHUN PELAJARAN 2023/2024

Bisa menjadi judul buku : KETRAMPILAN MENULIS AKSARA JAWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF KARTU ARISAN

2. Memodifikasi Sistematika dan Gaya Penulisan
Nah, pada saat laporan tersebut dikonversi menjadi buku, maka harus dimodifikasi gayanya sesuai dengan gaya penulisan buku. Tidak tampak lagi adanya sub bab-sub bab yang membuat isi buku seolah-olah terpisah-pisah.

Bagaimana nasib bab-bab dalam KTI? Nasib bab tergantung pada anatominya, mau di ISBN kan atau di QRCBN kan?

Jika menggunakan anatomi ISBN, maka semua yang berbau istilah penelitian atau hasil penelitian ditiadakan. Sebagai contoh laporan KTI tentang Aksara Jawa tadi, semua menggunakan kaidah bab seperti saya jelaskan di atas. Untuk yang ber-ISBN memang membutuhkan ekstra pikiran dan ekstra waktu.

Lalu bagaimana kalu yang penerbitannya ber-QRCBN? Karena tidak terikat content harus menjadi bahan bacaan umum, maka anatominya lebih fleksibel bisa memanfaatkan 75% isi PTK sedangkan yang 25% memang harus didelete. Sebagai contoh perbandingan berikut ini. 

KTI


BUKU


Jika dibuat buku maka anatomi babnya menjadi seperti ini: Bab III yang berisi metode penelitian biasanya diringkas menjadi satu atau dua paragraph dan dimasukkan pada bab IV di bagian awal sebagai prolog. Misal ringkasannya : Pembahasan pada bab ini didasarkan pada laporan action research yang dilaksanakan pada kelas VII A semester I tahun pelajaran 2023/2024 dalam mata pelajaran IPS materi Penampakan Alam...dst. Lantas untuk Bab IV nya sejatinya merupakan bagian inti isi buku, sesuai dengan judul buku. Bab IV tidak lagi menggunakan judul Hasil Penelitian dan Pembahasan, namun disesuaikan dengan konteks buku. Sebagai kisi-kisi, judul buku dapat menjadi pilihan sebagai judul Bab IV. Pada buku bab IV dapat dimasukkan tabel, grafik, foto-foto kegiatan maupun hasil penelitian yang menyatu dalam buku. Maksudnya bahwa  tabel, grafik, foto-foto kegiatan tidak lagi berada dalam lampiran namun dibuat menyatu dengan buku yang tentunya disesuaikan narasinya.

Lampiran dapat disertakan namun hanyainstrument penelitian atau hasil olah data. Adapun data-data yang menyangkut privacy sebaiknya dibuat kode-kode atau dibuat tabulasi. Lampiran seperti RPP, kisi-kisi soal, soal boleh dilampirkan. Untuk bagian pendahuluan (bab I) berisi mengenai fenomena sebagaimana isi poin latar belakang dalam naskah laporan aslinya ditambah dengan fenomena kekinian agar pentingnya isi buku dapat ditonjolkan sejak awal sehingga pembaca merasa tertarik untuk membaca keseluruhan isi buku. Boleh dipertahankan judulnya Pendahuluan.

Apa yang perlu diperhatikan saat mengkonversi buku? Baik yang mau di-ISBN-kan maupun yang di-QRCBN-kan sama kaidahnya:
1. Laporan hasil penelitian memang benar-benar karya asli dari penulis alias bukan plagiasi baik seluruhnya maupun sebagian.
2. Memanfaatkan berbagai gaya selingkung untuk sumber bahan kompilasi atau pendapat dari penulis lain.
3. Jeli dalam memilah dan memilih data yang dipublikasikan sehingga buku yang dihasilkan menarik.
4. Modifikasi bahasa baku. Hindari pemakaian penanda transisi menurut hal itu sesuai dengan pendapat lebih lanjut si A menyatakan berdasarkan hal tersebut.
5. Hindari pengambilan sumber kutipan kedua atau pendapat yang kurang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah Lebih valid jika penulis bisa mendapatkan sumber pertama.
6. Menuliskan semua daftar Pustaka yang dipakai sebagai rujukan dalam buku untuk mendukung keabsahan buku untuk menghindari citra plagiasi.

Jika dianalisis secara detail ternyata mengkonversi KTI menjadi buku gampang-gampang susah. Daripada susah-susah, bolehkah jika laporan KTI apa adanya langsung dijadikan buku? Sah-sah saja penulis langsung menerbitkan KTI-nya menjadi model seperti buku namun perlu diingat jika menghendaki buku ber-ISBN maka harus berpikir lebih mendalam karena jelas akan tertolak. Jadi perlu dipahami diawal bahwa : Meng-ISBN-kan KTI tidak sama dengan mengkonversi KTI menjadi buku ber-ISBN. Diawal kegiatan menulis ini dulu saya sempat juga membeli model laporan KTI yang di-ISBN-kan dari salah satu peserta yang isinya ternyata hanya meng-ISBN-kan laporan KTI. Dulu memperoleh ISBN masih mudah namun sekarang sangat selektif sekali.

DISKUSI
1. Fungsi dari QRCBN, pada dasarnya sama dengan ISBN yaitu, untuk memberikan identifikasi kepada sebuah yang diterbitkan. Buku ber-QRCBN biasanya ditandai dengan adanya QR Code dibagian belakang buku. QRCBN juga diakui dalam penerbitan buku hanya saja levelnya tidak sama dengan ISBN. ISBN lebih diakui dan merupakan kode buku resmi Internasional, sehingga tidak semua buku mendapat ISBN. Jadi QRCBN menjadi opsi bagi penulis yang tidak bukunya dapat memperoleh ISBN.

2. Tidak ada batasan waktu bagi hasil KTI yang akan diterbitkan menjadi buku. Kapanpun bisa diterbitkan jika sudah siap. Terlebih jika mau di-ISBN-kan bisa sewaktu-waktu karena contentnya bahan bacaan. Hanya saja yang mungkin menjadi perhatian adalah ke-update-an berbagai teori yang dikutip. Tentunya tahun kutipan semakin lama akan semakin usaha. Hal tersebut tercermin dari kaidah penulisan KTI seperti skripsi/tesis dimana penulis dianjurkan untuk mengambil bahan kutipan 5 tahun sebelumnya.

3. Mengacu pada definisi buku menurut UNESCO maka jumlah halaman isi minimal 50, bagian-bagian bukunya lengkap (ada halaman awal termasuk cover, isi, dan halaman akhir), terbitan tercetak tidak berkala. Dasi aspek content, untuk ISBN fokus pada bahan bacaan umum sedangkan QRCBN bisa bahan apa saja termasuk laporan KTI utuh mau dibukukan langsung juga bisa tanpa dikonversi.

4. Syarat pengajuan buku ber ISBN yakni : Dilengkapi Surat Keaslian Karya, Minimal Isi Naskahnya 50 halaman diluar halaman awal dan halaman akhir, naskah sudah rapi diedit maupun di layout mulai dari cover hingga lembar terakhir,  content buku adalah bacaan umum. Sedangkan untuk pengajuan buku ber-QRCBN umumnya tidak memerlukan surat keaslian karya dan contentnya bebas. Misalnya hasil tulisan KBMN dari pertemuan 1 hingga 30 atau maun nubar (antologi) sangat bisa diterbitkan ber-QRCBN. Jika ingin meng-ISBN-kan hasil KBMN, maka content-content inti dari para master narasumber yang bisa diambil dan dikembangkan. Hasilnya pasti luar biasa dan bisa ber-ISBN.

5. Setahu saya sesuai dengan buku 4 PKG pada halaman 25 disebutkan bahwa syarat buku fisik yang dinilai adalah buku yang ber-ISBN. Jadi kalau QRCBN karena belum ada peraturannya maka tidak mendapatkan kredit point. Intinya belum diakui untuk memperoleh kredit point dalam kenaikan pangkat karena belum diatur regulasinya.

6. Content buku ber-ISBN sebenarnya bebas bu hanya sifatnya bahan bacaan. Bisa apa saja bu yang intinya bukan berupa laporan hasil penelitian. Bu Hidni punya karya sastra misalnya puisi, novel, kumpulan cerpen, pantun pun bisa di-ISBN-kan asalkan memenuhi syarat penerbitannya. Jadi tidak mengarah pada buku jenis tertentu. Bisa dalam berbagai bidang.  Bu Hidni punya resep masakan khas Lombok pun bisa dijadikan buku ber-ISBN.

7. Kalau menerbitkannya mahal buku ber-ISBN bu dibanding QRCBN. Kalau harga belinya tergantung pada penulisnya. Bisa jadi buku berQRCBN lebih mahal dari buku berISBN karena contentnya lebih premium. Selama ini masyarakat memang belum begitu familiar dengan QRCBN. Berbahagialah yang mengikuti kelas KBMN karena mendapat pemahaman tentang hal tersebut.