MENULIS BUKU MAYOR dan STRATEGI PEMASARAN BUKU

Friday, December 1, 2023

Pertemuan ke-21
Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) 30 PGRI
Jum'at, 1 Desember 2023


Jum'at, 1 Desember 2023. Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) ke-30 memasuki pertemuan ke-21. Tema kelas malam ini yaitu MENULIS BUKU MAYOR dan STRATEGI PEMASARAN BUKU bersama narasumber Agus Subardana, SE., M.M.

Tidakkah anda ingin menjadi penulis Buku Mayor? Jawabnya pasti INGIIIIIIIIIIIIN. Menjadi penulis buku Mayor adalah idaman setiap penulis. Tantangan dan tingkat seleksi yang rumit terkadang membuat nyali kita ciut dan menyurutkan langkah semula yang berapi-api.Tapi hari ini kita akan mendapatkan ilmunya langsung dari sang pakar penerbit Mayor. Materi kali ini spesial dua telor. Karena ada dua materi amazing yang akan kita dapatkan sekaligus. Yup Pemasaran buku. Buku dan pemasaran. Dua hal yang tak terpisahkan. Seolah air dan biota yang menghuni tiap sudut koral dan derunya. Bagaimanakah caranya? Apa teknik dan triknya? Kelas spesial dua materi keren. Yuk yuk yuk.

"Don’t be afraid to move, because the distance of 1000 miles starts by a single step.

Jangan takut melangkah, karena jarak 1000 mil dimulai dari satu langkah. Siapa sangka bermula dari mimpi besar negara Jepang. Untuk memiliki team sepak bola yang bisa go internasional dan mimpi itu dituangkan dalam komik captain Tsubasa. Melesat hitungan tahun kemudian negara Jepang mampu mewujudkan mimpinya memiliki team sepak bola Samurai Biru yang membuat Jepang dikenal memiliki team sepak bolanya yang keren dan disegani? Its not imposible sobat. Mungkin saat ini kita berkata pada dinding- dinding kamar, Ah, mana mungkin tulisanku bisa tembus penerbit mayor. Siapa tahu, melesat hitungan bulan, tahun, buku karya kita menjadi best seller dan bertengger di toko buku Gramedia. Semua putaran roda tidak ada yang bersifat mutlak. Ya siapa tahu diantara kita, bintang keberuntungan menuntun langkah kita menjadi penulis di penerbit mayor.

Dream, believe and make it hapend (bermimpi, percaya dan buat itu terjadi)

You can do anything if you believe it (Kamu dapat melakukan apapun asalkan kamu percaya)

Kuncinya PERCAYA

CV PEMATERI MALAM INI
- Di Penerbit Andi Yogyakarta, sudah bergabung selama 19 tahun
Jabatan antara lain :
- Manager Pemasaran 2004 - 2012 di Penerbit Andi
- Direktur Pemasaran 2013 - 2023 di Penerbit Andi
- 1 Januari 2024 geser Posisi Sebagai Direktur Penerbitan di Penerbit Andi
- Pernah sebagai Dosen selama 4 tahun

MATERI

Kita pahami dulu jenis - jenis penerbit di Indonesia. Setidaknya, ada tiga jenis penerbit ialah penerbit mayor, penerbit indie, dan penerbit vanity publisher. Apa saja pengertian serta tugas asal masing-masing penerbit tersebut akan dijelaskan di bawah ini :
1. Penerbit Mayor
Penerbit mayor yakni penerbit merupakan yang memiliki jangkauan nasional. umumnya, buku-buku yang diterbitkan penerbit mayor adalah buku yang akan dipasarkan secara nasional, dengan sekali cetak, jumlah judul buku dicetak dalam jumlah banyak buat didistribusikan baik ke Toko Buku maupun penjualan langsung direct selling, mempunyai jumlah kantor cabang sekala nasional dan mempunyai mesin produksi.

2. Penerbit Indie
Selain penerbit mayor ada penerbit ialah penerbit indie. tidak selaras dengan penerbit mayor yang berani mencetak dalam jumlah banyak, penerbit indie umumnya hanya mencetak buku pada jumlah sedikit dan biasanya buku yang dicetak berdasarkan pre-order atau sesuai permintaan asal pihak penulis.

3. Penerbit Vanity Publisher
Penerbit vanity publisher ini intinya hampir seperti menggunakan penerbit indie. namun bedanya artinya di fasilitas yang ditawarkan. Jika penerbit indie memberikan serta menyerahkan segala urusan misalnya layout, cetak buku, cover, serta editing ke penulis, tidak sama dengan penerbit vanity publisher.

Perbedaan antara penerbit buku mayor dan penerbit buku minor dapat melibatkan beberapa faktor, termasuk skala operasional, distribusi, reputasi, dan kemampuan keuangan. Contoh Penerbit Buku Mayor yaitu Penerbit ANDI Offset Yogyakarta :
- Berdasarkan Jumlah Cetak di atas 1.000 exs per judul buku baru
- Mempunyai cabang distribusi 34 Cabang di Indonesia dan 38 stokis di kota / kabupaten
- Skala produksi dijadikan sebagai patokan penerbit tersebut berjenis small, medium, atau large
- Penerbit anggota IKAPI menjadi syarat untuk pelaporan BKD dan KUM bagi pengajar / dosen
- Jumlah produksi buku dituliskan dalam ISBN, sehingga Kemdikbud Dikti mengacu nomor ISBN ini untuk menentukan skala penerbit tersebut

Penerbit ANDI sebagai anggota IKAPI , sudah 43 tahun
🎖🎖🎖

Buku harus ber-ISBN

- Skala produksi ada pada digit di PUBLICATION ELEMENT. ISBN Penerbit ANDI sudah di digit 4 karena produksi buku sudah di atas 4 digit.


Menulis buku dan mendapatkan penerbit mayor memang merupakan langkah yang ambisius dan memerlukan strategi yang baik. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Bpk Ibu Guru dalam menulis buku dan mencari penerbit mayor:

1. Pilih Genre yang Relevan:
- Pilih genre yang sesuai dengan minat dan keahlian Anda.
- Pelajari tren terkini dalam industri penerbitan untuk memastikan buku Anda memiliki pasar yang potensial.

"Pilih Genre yang Relevan" adalah langkah awal yang krusial dalam menulis buku dan mencari penerbit mayor. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang poin ini:
A. Sesuai dengan Minat dan Keahlian:
- Minat: Pilih genre yang sesuai dengan minat pribadi Bpk Ibu. Menulis tentang topik yang Bpk Ibu nikmati akan membuat proses penulisan lebih menyenangkan dan autentik.
- Keahlian: Pertimbangkan keahlian atau pengetahuan yang Bpk Ibu miliki. Hal ini dapat meningkatkan kualitas tulisan dan membuat Bpk Ibu lebih dapat diandalkan sebagai penulis di bidang tersebut.

B. Pelajari Tren Terkini:
- Riset Tren: Lakukan riset menyeluruh tentang tren terkini dalam industri penerbitan. Pahami apa yang sedang diminati oleh pembaca dan penerbit saat ini. Tinjau buku-buku terlaris dalam genre yang Bpk Ibu pertimbangkan dan cari tahu elemen-elemen yang membuat mereka sukses.
- Analisis Pasar: Pahami apakah ada celah atau kekosongan dalam pasar yang dapat diisi oleh buku Bpk Ibu. Identifikasi audiens target dan kebutuhan mereka. Jangan hanya mengikuti tren tanpa pertimbangan; pastikan bahwa buku Bpk Ibu memiliki sesuatu yang unik atau memberikan perspektif baru.

C. Pasar yang Potensial:
- Identifikasi Audiens: Tentukan siapa audiens target buku Bpk Ibu. Pahami profil pembaca potensial, usia, minat, dan preferensi mereka.
- Pertimbangkan Potensial Penjualan: Pikirkan apakah buku Bpk Ibu memiliki potensi penjualan yang tinggi. Faktor-faktor seperti popularitas genre, permintaan pasar, dan kebutuhan pembaca dapat mempengaruhi potensi penjualan.

D. Ketepatan Genre dengan Pesan Anda:
- Konsistensi Pesan: Pastikan bahwa genre yang Bpk Ibu pilih konsisten dengan pesan atau tema yang ingin Bpk Ibu sampaikan melalui buku dan Pertimbangkan apakah gaya dan atmosfer genre tersebut dapat membantu memperkuat pesan Bpk Ibu.

2. Tulis Proposal Buku yang Menarik ke Penerbit Mayor:
- Rinci konsep buku Anda dalam proposal yang menarik.
- Sertakan ringkasan, sinopsis, daftar isi, dan informasi tentang audiens target.
A. Ringkasan Konsep:
Ketepatan dan Kesingkatan: Rangkum konsep buku Anda secara tepat dan singkat. Pilih kata-kata yang kuat untuk menarik perhatian penerbit. dan Jelaskan esensi buku Anda dengan jelas, mencakup inti dari ide atau pesan yang ingin Anda sampaikan.

B. Sinopsis:
Penyampaian Cerita atau Ide Utama: Jelaskan cerita atau ide utama buku Bpk Ibu secara menyeluruh. Hindari memberikan terlalu banyak detail, tetapi pastikan pembaca dapat memahami esensi narasi. dan Gunakan bahasa yang membangkitkan minat dan ingin tahu, sehingga pembaca ingin tahu lebih banyak.

C. Daftar Isi:
- Pengaturan Struktur: Sertakan daftar isi yang menggambarkan struktur buku Bpk Ibu. Tunjukkan bagaimana setiap bagian atau bab akan mengalir dan berkontribusi pada keseluruhan narasi.
- Pastikan bahwa daftar isi mencerminkan kerangka kerja yang kohesif dan logis.

D. Informasi tentang Audiens Target:
- Profil Pembaca: Berikan informasi detil tentang audiens target. Sebutkan demografi, minat, dan masalah yang mungkin mereka hadapi yang akan diatasi oleh buku Bpk Ibu.
- Jelaskan mengapa buku Bpk Ibu relevan dan signifikan bagi pembaca potensial.

E. Bahasa yang Menarik:
- Gaya Penulisan: Gunakan bahasa yang menarik dan persuasif. Ini adalah kesempatan Bpk Ibu untuk menunjukkan kemampuan menulis Bpk Ibu dan membuat proposal menonjol. Dan Hindari penggunaan kata-kata klise atau umum, dan pilih istilah yang mencerminkan keunikan dan kekhasan buku Bpk Ibu.

F. Keunikan dan Nilai Tambah:
- Tunjukkan Keunikan: Jelaskan apa yang membuat buku Bpk Ibu unik dan berbeda dari karya-karya sejenis. Apakah itu pendekatan baru, sudut pandang yang inovatif, atau tema yang belum terjamah?
- Gambarkan nilai tambah yang akan dibawa oleh buku Bpk Ibu kepada pembaca dan pasar.

G. Profil Penulis:
- Sertakan informasi singkat tentang diri Bpk Ibu sebagai penulis. Jelaskan pengalaman, pengetahuan, atau kualifikasi yang membuat Bpk Ibu kompeten untuk menulis buku ini.
- Jangan lupa menyertakan pengalaman penulisan sebelumnya, jika ada, serta prestasi yang relevan.

H. Ide Pemasaran:
- Berikan beberapa ide pemasaran potensial untuk buku Bpk Ibu. Bagaimana Bpk Ibu akan mempromosikan buku Bpk Ibu dan mencapai audiens target?
- Jelaskan jika Bpk Ibu memiliki platform online atau jaringan yang dapat mendukung promosi buku.

I. Ringkasan Akhir:
- Ringkaslah poin-poin kunci dari proposal Bpk Ibu dalam ringkasan akhir. Pastikan bahwa penerbit dapat dengan cepat memahami esensi buku dan potensinya. Menulis proposal buku yang menarik adalah langkah kunci dalam mendapatkan perhatian penerbit. Proposal yang kuat dapat membuat perbedaan antara diterima atau ditolaknya naskah Bpk Ibu. Gunakan proposal sebagai alat untuk mempresentasikan ide buku Anda dengan penuh keyakinan dan daya tarik.

3. Pola Penulisan yang Konsisten:
- Pastikan gaya penulisan Anda konsisten dan menarik.
- Perhatikan tata bahasa dan penyuntingan agar naskah bersih dan profesional.

Pola Penulisan yang Konsisten: Pastikan gaya penulisan Bpk Ibu konsisten dan menarik. Perhatikan tata bahasa dan penyuntingan agar naskah bersih dan profesional.

Contoh Singkat Pola Penulisan yang Konsisten:

Paragraf Awal (Tema):
"Dalam keseharian yang terus berputar, kita sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa menyadari keindahan di sekeliling. Dalam tulisan ini, kita akan menjelajahi makna kecil di dalam momen-momen sederhana, menggali kecantikan yang terkadang terlewatkan."

Paragraf Pembukaan Bab:
"Setiap bab akan memandu kita melalui perjalanan yang berbeda, memperkenalkan sudut pandang yang unik terhadap kehidupan sehari-hari. Mari kita melangkah lebih dalam dan merenungkan arti di balik detik-detik yang sering kali diabaikan."

Gaya Bahasa dan Nuansa :
"Gaya penulisan yang diusung dalam buku ini menciptakan nuansa introspektif, memperkenalkan kata-kata yang mengundang pembaca untuk merenung. Setiap kalimat dirancang dengan hati-hati, mengikuti aliran narasi yang konsisten."

Tata Bahasa dan Penyuntingan:
"Tata bahasa yang diterapkan bersifat kohesif, memastikan keselarasan dan kelancaran dalam membaca. Penggunaan kata-kata yang tepat dan penyuntingan yang cermat menghasilkan naskah yang bersih dan profesional, meningkatkan daya serap pembaca."

Dalam contoh ini, perhatikan konsistensi tema, gaya bahasa, dan penyajian. Setiap elemen mendukung pengembangan ide keseluruhan dan memberikan pengalaman membaca yang kontinu. Keberlanjutan ini menciptakan kenyamanan dan kejelasan, yang esensial untuk menjaga minat pembaca dan mencapai tujuan komunikatif penulis.

4. Kirim Naskah ke Penerbit Mayor:
- Temukan penerbit mayor yang sesuai dengan genre dan gaya penulisan Anda.
- Ikuti petunjuk pengiriman naskah dari penerbit tersebut dengan cermat.

Contoh Kirim naskah ke Penerbit ANDI : Kenapa kirim ke penerbit ANDI :
Penulis dengan Penerbit memiliki kedudukan setara; secara umum Penulis memandang Penerbit bertindak sebagai intermediary karya-karya yang akan disampaikan kepada masyarakat, sedangkan Penerbit memandang Penulis sebagai aset penting perusahaan yang menyebabkan proses penerbitan tetap berlangsung.

Kepentingan apa di balik dorongan untuk menulis? Menulis dapat meningkatkan kredit point (bagi pengajar), meningkatkan kredibilitas, dan pemenuhan finansial. Hal tersebut yang memotivasi penulis untuk menghasilkan suatu karya yang berkualitas.

Apa kelebihan Penerbit ANDI dibanding penerbit lain?
Buku ANDI telah memiliki Brand Name tersendiri di hati masyarakat
Memiliki jaringan distribusi yang luas
Memiliki mesin cetak sendiri sehingga hasil, kecepatan, dan kualitas dapat diatur dengan baik
Memiliki sistem royalti yang jelas, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan

5. Bersiap untuk Penolakan:
- Bersiaplah untuk kemungkinan penolakan dan terus tingkatkan kualitas naskah Anda.
- Ambil umpan balik dari penolakan untuk memperbaiki dan meningkatkan tulisan Anda.

6. Networking di Industri:
- Hadiri acara literer, lokakarya, dan konferensi untuk membangun jaringan dengan profesional penerbitan.
- Diskusikan ide buku Bpk Ibu dengan orang-orang yang terlibat dalam industri.

7. Sabar dan Konsisten:
- Proses mendapatkan penerbit bisa memakan waktu.
- Tetaplah konsisten dalam upaya Bpk Ibu, dan jangan menyerah meskipun menghadapi penolakan.

Selain itu, pastikan untuk selalu mengikuti perkembangan industri penerbitan dan memahami persyaratan dan preferensi penerbit mayor tertentu. Kesabaran, konsistensi, dan kualitas tulisan adalah kunci dalam perjalanan menuju penerbit mayor.

DISKUSI

1. Alasan masyarakat Indonesia membeli buku dapat bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa alasan umumnya meliputi:
- Pendidikan: Banyak orang Indonesia membeli buku untuk tujuan pendidikan. Ini dapat mencakup buku pelajaran, referensi akademis, atau materi pembelajaran tambahan.
- Hiburan: Buku juga sering dibeli untuk hiburan. Fiksi, novel, dan buku-buku kreatif lainnya menawarkan cara bagi pembaca untuk melarikan diri dari keseharian dan menikmati cerita atau dunia imajinatif.
- Pengembangan Diri: Buku-buku yang membahas pengembangan diri, keterampilan pribadi, atau motivasi pribadi diminati oleh orang-orang yang ingin meningkatkan diri mereka sendiri dan mencapai tujuan hidup.
-Agama dan Spiritualitas: Sebagian besar penduduk Indonesia memiliki latar belakang keagamaan, sehingga buku-buku agama dan spiritualitas sering dibeli untuk memperdalam pemahaman tentang keyakinan dan praktik keagamaan.
- Kebudayaan dan Sejarah: Buku-buku yang membahas kebudayaan lokal, sejarah, dan warisan budaya Indonesia menarik bagi mereka yang ingin lebih memahami asal-usul dan identitas budaya mereka.
- Hobi dan Minat Khusus: Beberapa orang membeli buku karena memiliki minat khusus atau hobi tertentu, seperti memasak, seni, musik, atau olahraga.
-Sumber Referensi: Buku sering dianggap sebagai sumber referensi yang dapat diandalkan. Ini dapat berupa buku panduan, ensiklopedia, atau buku-buku yang memberikan informasi mendalam tentang topik tertentu.
-Hadiah: Buku juga sering dibeli sebagai hadiah untuk orang lain, terutama ketika buku tersebut sesuai dengan minat atau kebutuhan penerima hadiah.

Penting untuk diingat bahwa preferensi pembelian buku dapat bervariasi di antara individu dan kelompok masyarakat. Selain itu, perkembangan teknologi juga mempengaruhi cara orang mengakses dan mengonsumsi konten, termasuk literatur. Seiring dengan perkembangan e-book dan platform daring, beberapa orang mungkin lebih memilih membaca secara digital daripada membeli buku fisik.

2. Naskah yang dinyatakan lulus penilaian dari internal kami maka akan kami terbitkan dan kami yang menjual serta mendistribusikan ke semua cabang dan toko buku. Sistem kerjasama permintaan khusus dari lembaga pendidikan (Kampus/Yayasan Sekolah ) yang akan di pakai khusus oleh lembaga tersebut minimal cetak 5.00 exs ke atas per judul dan beli putus maka kami akan terbitkan.

3. Identifikasi Tujuan Riset:
Tentukan tujuan riset Anda. Apakah Anda ingin memahami tren bacaan generik, mencari peluang di segmen pasar tertentu, atau mengevaluasi respons terhadap karya tertentu:
a.Pendekatan Survei dan Wawancara:
Lakukan survei daring atau wawancara untuk mendapatkan umpan balik langsung dari pembaca potensial. Ajukan pertanyaan terkait preferensi bacaan, kebiasaan membaca, dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
b.Analisis Data Penjualan:
Tinjau data penjualan buku, baik secara daring maupun fisik, untuk menilai popularitas genre, penulis tertentu, atau jenis buku lainnya. Platform e-commerce dan toko buku besar dapat menyediakan data yang berguna.
Analisis Media Sosial:
c.Pantau percakapan di media sosial terkait buku dan literasi. Analisis ini dapat memberikan wawasan tentang tren pembacaan, ulasan buku, dan minat pembaca.
Terlibat dengan Komunitas Buku:
d.Ikut serta dalam forum daring, kelompok diskusi buku, atau pertemuan klub buku lokal untuk berinteraksi dengan pembaca secara langsung. Hal ini dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang preferensi dan ekspektasi pembaca.
e.Tinjau Riset Pasar yang Sudah Ada:
Manfaatkan riset pasar yang sudah ada, baik dari penerbit, lembaga riset, atau organisasi industri penerbitan. Analisis ini dapat menyediakan wawasan yang lebih luas tentang tren pasar.
f.Eksplorasi Tren Niche:
Perhatikan tren dalam niche tertentu, seperti genre buku tertentu, penulis debut, atau tren yang muncul dalam segmen pasar khusus.
g.Perhatikan Perubahan Teknologi:
Perhatikan bagaimana perkembangan teknologi, khususnya dalam hal platform e-book, audiobook, dan platform penerbitan daring, mempengaruhi preferensi pembaca.
h.Analisis Demografis dan Geografis:
Pertimbangkan faktor demografis dan geografis untuk memahami perbedaan preferensi pembaca berdasarkan usia, lokasi geografis, dan latar belakang sosial.
i.Evaluasi Respons Terhadap Kampanye Pemasaran:
Tinjau respons pembaca terhadap kampanye pemasaran buku, baik melalui media sosial, ulasan, atau acara promosi lainnya.

Setelah melakukan riset, penting untuk menganalisis data dengan cermat dan menggunakan wawasan yang diperoleh untuk menginformasikan keputusan strategis dalam industri penerbitan atau bisnis buku Anda.

4. Meningkatkan minat baca di masyarakat adalah tantangan yang penting dan dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam perkembangan individu dan masyarakat. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan minat baca:
a.Promosi Literasi Sejak Dini:
Mulailah mempromosikan literasi sejak usia dini. Program membaca untuk anak-anak dapat membangun dasar yang kuat untuk minat baca di masa depan.
b.Pembangunan Perpustakaan:
Bangun dan dukung perpustakaan di berbagai tingkatan, termasuk perpustakaan sekolah, perpustakaan umum, dan perpustakaan daerah. Pastikan akses mudah dan koleksi buku yang beragam.
c.Program Klub Buku dan Diskusi:
Sertakan program klub buku dan diskusi di sekolah, perpustakaan, dan komunitas lokal. Diskusi membantu membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang buku dan meningkatkan kegembiraan membaca.
d. Inisiatif Pemberian Buku Gratis:
Lakukan inisiatif pemberian buku gratis kepada anak-anak atau masyarakat yang kurang mampu. Ini dapat mendorong kebiasaan membaca tanpa memerlukan biaya yang tinggi.
e.Kampanye Literasi di Media Sosial:
Gunakan media sosial untuk mengkampanyekan literasi dan membagikan informasi tentang buku, penulis, dan kegiatan literasi. Aktivitas ini dapat menjangkau audiens yang lebih luas.
f. Program Membaca Bersama Orang Tua:
Beri perhatian pada peran orang tua dalam membentuk kebiasaan membaca anak-anak. Program membaca bersama orang tua dapat merangsang minat baca sejak dini.
g. Festival Buku dan Acara Literasi:
Selenggarakan festival buku dan acara literasi untuk membawa penulis, penerbit, dan pembaca bersama. Acara ini dapat menjadi sumber inspirasi dan menyatukan komunitas pembaca.
h.Dukungan dari Sekolah dan Pendidik:
Libatkan sekolah dan pendidik dalam upaya meningkatkan minat baca. Program membaca di sekolah dan penekanan pada literasi dalam kurikulum dapat memberikan dampak positif.
i. Buku Digital dan Teknologi:
Manfaatkan buku digital, audiobook, dan teknologi terkini untuk memberikan pilihan membaca yang lebih beragam sesuai dengan preferensi pembaca modern.
j. Role Model Literasi:
Tunjukkan bahwa membaca adalah kegiatan yang bernilai dengan menjadi contoh yang baik. Tokoh masyarakat, termasuk selebriti, dapat berfungsi sebagai role model yang mempromosikan minat baca.

5. Berdasarkan riset IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia ) pembelian dan pemakaian buku Digital masih 10% di Indonesia , 90% masih senang pakai buku cetak.

6. Tips memulai menulis sebenarnya sederhana yaitu:
a. Komitmen setiap hari menulis minimal 4 lembar sehingga dalam 1 bulan sudah menjadi 120 lembar.
b. Latih menulis sesuai minat dan sesuai bidang nya Ibu
c. Banyak membaca dan diskusi dengan komunitas menulis buku
d. Konsisten dan jangan cepat menyerah


Kalimat penutup untuk sahabat penulis malam ini,
Manis kehidupan adalah rupa ujian
Hatilah yang harus selalu sadar menempatkan.
Jenis tulisan adalah cara penyampaian.
Pilihlah yang membuatmu merasa nyaman
Mengais pinta kadang terasa naif.
Memelas ampunan sering hanya saat diuji saja.
Menulis adalah tindakan kreatif.
Kreativitas adalah proses panjang bak menempa baja.

0 comments:

Post a Comment